Sekilas Info

PEREMPUAN MALUKU

Anggota DPR RI Menilai Ada Ketimpangan Keberpihakan kepada Perempuan di Maluku

satumalukuID - Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Maluku, Saadiah Uluputi, menyebutkan bahwa ada ketimpangan keberpihakan kepada perempuan di Maluku, yang harus segera dibenahi.

“Kita dihadapkan pada persoalan serius, salah satunya masih rendahnya partisipasi perempuan dalam pembangunan di Maluku,” ungkap Saadiah, saat menyampaikan gagasannya tentang Kebijakan Riset dan Teknologi Dalam Pemberdayaan Perempuan pada Seminar Nasional  yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiah Maluku di Gedung Asari Ambon, Kamis (30/1/2020)

Saadiah juga mensinyalir jika akses dan manfaat pembangunan bagi perempuan di daerah masih rendah.

“Termasuk perempuan Maluku belum memiliki panggung yang memadai untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting dan strategis," tuturnya.

Maka, menurut Saadiah, sudah waktunya pemerintah daerah untuk menegaskan visi baru pemberdayaan perempuan Maluku.

“Tema besarnya, mewujudkan kesetaraan partisipatif dan menjadikan perempuan Maluku jauh lebih berdaya saing," tandasnya.

Dia katakan, perempuan Maluku semestinya dikuatkan kemampuan softskill-nya oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar semakin berdaya.

“Perempuan Maluku harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menguatkan positioning dalam aktifitas sektoral dengan mindset inovatif," harapnya.

Lebuh lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, dibutuhkan peran dan keterlibatan perempuan Maluku secara mendalam, dalam ranah pembangunan di daerah.

Dia menegaskan, keterlibatan perempuan dianggap sangat penting dalam memajukan perekonomian daerah. Peran perempuan Maluku juga dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai kehidupan sektoral.

"Menjadi keharusan bagi perempuan untuk berperan dalam urusan domestik. Namun semakin banyak perempuan Maluku terlibat dalam urusan publik,  bukan saja menjawab masalah ketimpangan gender, sekaligus memastikan terwujudnya peran aktif dan kontributif bagi kemajuan pembangunan di daerah," papar Saadiah.

Pelibatan dan pemberdayaan perempuan Maluku dalam wilayah publik, disebut Saadiah, menjadi penopang  yang  menguatkan daya dukung perempuan Maluku bagi kepentingan pembangunan daerah.

“Secara tidak langsung juga memberdayakan dan menularkan semangat positif bagi bangsa secara keseluruhan," ujar Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Saadiah menegaskan, perempuan mempunyai kepentingan yang sama dalam pembangunan dan merupakan pengguna hasil pembangunan.

“Perempuan juga memiliki kepentingan yang khusus, membutuhkan kepekaan yang sifatnya khusus, terkait dengan keseharian dan sosio kultural yang ada," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!