Sekilas Info

KASUS TUBERKULOSIS

Gubernur Maluku Minta Masyarakat Laporkan jika Ada yang Sakit TBC Biar Diobati Gratis

Humas Pemprov Maluku Gubernur Maluku, Murad Ismail (tengah) saat memenuhi undangan Presiden RI, Joko Widodo, dalam rangka pencanangan Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 yang berlangsung di Cimahi Techno Park, Bandung, Rabu (29/1/2020).

satumalukuID - Gubernur Maluku Murad Ismail meminta instansi lintas sektor terkait, agar dapat berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah Tuberkulosis (TBC) di Maluku.

"Sebagaimana arahan bapak Presiden, saya juga minta agar masyarakat bisa proaktif melaporkan dirinya, saudaranya, atau tetangganya yang sakit TBC," imbau Murad, saat memenuhi undangan Presiden, Joko Widodo, dalam rangka pencanangan Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030, di Cimahi Techno Park, Bandung, Rabu (29/1/2020).

Murad katakan, apalagi pengobatan TBC oleh pemerintah, dilakukan secara gratis sampai pasien benar-benar sembuh.

"Kalau positif TBC, maka akan diobati secara gratis selama enam bulan hingga sembuh total," terang Murad.

Dia menyebutkan, sesuai data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, estimasi kasus TBC di Maluku tahun 2019 adalah berjumlah 6.379 jiwa, dari jumlah penduduk Maluku sebanyak 1.802.870 jiwa atau sebanyak 0,35 persen.

Secara nasional, lanjut dia, data Provinsi Maluku sampai dengan triwulan 3 tahun 2019, dari estimasi 6.379 ditemukan 2.551 (40 persen) dan menjadi urutan ke 13 di antara 34 Provinsi.

"Sedangkan angka keberhasilan pengobatan mencapai 59 pesen atau 2.699 orang dari kasus yang ditemukan di tahun 2018 sebanyak 4.575 kasus TBC," ungkapnya.

Sementara berdasarkan data yang sudah terekap di Sistem Informasi TBC sampai dengan bulan Desember 2019, kata Murad, penemuan kasus TBC Provinsi Maluku sudah mencapai 51 persen atau 3.253 orang dari estimasi 6.379 orang.

Sementata pertemuan yang dihadiri Murad di Bandung, yang diikuti lebih dari 800 perwakilan kementerian/lembaga, kepala daerah, sektor swasta, serta anggota masyarakat ini, bertujuan untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari penyakit TBC.

“Untuk mencapai target eliminasi TBC 2030 perlu kerja keras dari semua pihak, bukan hanya sektor kesehatan. Mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk membangun jalan, tetapi juga hunian yang sehat,” pesan Presiden Jokowi, saat pencanangan.

Indonesia disebutnya masih mengalami beban penyakit menular yang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat ketiga pengidap TBC terbanyak di dunia dengan estimasi 845 ribu kasus.

Presiden menyatakan secara tegas upaya penanggulangan TBC di Indonesia akan dilakukan secara masif dan konsisten, yakni diantaranya melalui komitmen Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030. Intinya tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi yang paling penting adalah pencegahan.

“Gerakan ini harus konsisten dan masif. Saya setuju, fokusnya bukan hanya soal pengobatan, tapi yang utama adalah pencegahan,” tandasnya

Penulis: Embong
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!