Sekilas Info

HOAX BERAS PLASTIK

BPOM Ambon Minta Masyarakat Jangan Mudah Terpengaruh Isu Beras Plastik

satumalukuID- Sejumlah warga di Kota Ambon dan sekitarnya di Maluku, dibuat resah dengan beredarnya video yang diduga beras plastik.

Ada dua video yang diterima satumalukuID menampakan warga sedang membanting nasi yang sudah dimasak. Nasi dibanting setelah disatukan sebesar bola pimpong.

Dari dua video dan foto yang viral di media sosial tersebut, tampak beras yang mereka coba itu bermerk Rojo Lele dan Bulog.

Menanggapi penemuan warga tersebut, Ketua Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Ambon, Hariani, meminta masyarakat agar tidak perlu resah dan tetap cerdas dalam mengkonsumsi informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial.

Konsumen, kata dia, perlu mengetahui bahwa tekstur nasi dipengaruhi komposisi komponen penyusun pati dalam butir beras, yaitu amilosa dan amilopektin. Kadar amilopektin tinggi mempengaruhi tekstur lengket atau pulen, sehingga nasi dapat dikepal menyerupai bentuk bola.

"Beras itu kualitasnya beda-beda. Sehingga perbandingan air dan beras juga bisa beda-beda untuk menghasilkan nasi yang pas," kata Hariani kepada satumalukuID, Senin (27/1/2020).

Dia menjelaskan, beras yang mengandung amilopektin adalah polimer sakarida rantai cabang, yang membuat nasi menjadi liat. Semakin tinggi amilopektin, maka semakin mudah dikepal dan liat. Beras ketan adalah contoh amilopektin tinggi.

"Pada video tersebut, langsung menjudge beras plastik. Padahal setiap beras punya kualitas berbeda-beda. Badan POM sudah melakukan pengujian sampel beras," katanya.

Menurutnya, pengujian sampel beras diuji setelah dikirim pihak kepolisian. Beras yang dikirim diduga mengandung plastik. Hasil pengujian dengan parameter titik leleh menggunakan alat DSC dan gugus fungsi senyawa polimer plastik adalah negatif. Hasil uji menggunakan instrumen FTIR.

"Beras plastik harusnya harganya lebih mahal daripada beras biasa. Secara logika, membuat beras plastik justru biayanya lebih mahal dan merugikan pelaku. Masyarakat tidak perlu resah dan tetap cerdas dalam mengkonsumsi informasi," pintanya.

Melihat unggahan video tersebut, nasi yang sudah dikepal sebesar bola pimpong dan dibanting kuat hingga memantul, dan ada juga yang tidak. Yang memantul karena mengandung zat amilopektin tinggi.

"Itu semua tergantung kualitas beras dan campuran air dalam memasaknya," tandasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy mengatakan, pada Jumat (15/1/2020) pukul 12.00 WIT, pihaknya mendapatkan edaran video terkait beras yang sudah di masak dan diduga mengandung bahan plastik.

"Melihat video tersebut, kami langsung mendatangi pembeli beras pada Minggu (17/1/2020) pukul 15.00 WIT dan mengamankan barang bukti berupa setengah karung beras dengan merek ROJO LELE, sisa dari karung beras yang telah di gunakan pembeli tersebut," katanya.

Setelah mengamankan barang bukti, esok harinya tim Buru Sergap Satreskrim Polresta Ambon mendatangi Balai POM.

"Kesimpulannya adalah apa yang viral di video tersebut tidak benar dan tidak ada penyitaan beras tersebut oleh Polresta Ambon. Koordinasi dengan BPOM sudah dilakukan dan tidak ada masalah terkait beras dimaksud," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!