Sekilas Info

NAPAK TILAS

Ekspedisi Pelayaran Kapal Tradisional Padewakang Dilepas dari Saumlaki ke Darwin Australia

Ist Plt. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanuddi, bersama Sekertaris Daerah Kabupten Tanimbar, Piterson Rangkoratat, dan awak Kapal Padewakang, saat Pelepasan Ekspedisi Pelayaran Kapal Padewakang menuju Australia, dari Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (23/01/2020).

satumalukuID - Ekspedisi Pelayaran kapal tradisional Padewakang dengan tujuan ke Darwin Australia, dilepas Pelaksana Tugas (Plt) Deputi pada Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (23/01/2020).

"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Napak Tilas Sejarah Kemaritiman Indonesia," ungkap Plt. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanuddin, sesaat sebelum melepas ekspedisi tersebut.

Safri katakan bahwa Kapal Padewakang ini merupakan salah satu kapal tradisional, yang kemudian berkembang sebagai asal muasal Kapal Phinisi.

"Tidak tersedia alat modern, kecuali telepon genggam. Mereka menggunakan listrik yang berasa dari solar sel khusus untuk mengisi baterai," jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa para awak kapal menggunakan lampu teplok dan tembikar untuk kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari pelepasan kapal tersebut untuk memperkuat kembali budaya maritim dan persahabatan dengan masyarakat Australia.

"Pada kesempatan ini juga saya mengajak kita semua untuk mengenang 250 tahun kedatangan James Cook dari Inggris yang tiba di Australia pada tahun ini," tuturnya.

Safri lalu bercerita bahwa jauh sebelum abad 16, sudah terjalin hubungan perdagangan yang baik di nusantara.

"Suku Makassar yang terlebih dahulu sampai di Australia dengan tujuan sederhana yakni untuk berburu teripang dengan masyarakat suku Aborigin," jelasnya.

Oleh sebab itu, Safri mengingatkan kepada pelaut tradisional, khususnya bagi para pencari teripang, bahwa saat ini kondisinya sudah berbeda karena sekarang ada batasan antar negara.

"Karena itu saya berharap dan ingatkan kepada para pelaut tradisional asal Indonesia, agar tidak lagi masuk ke wilayah teritorial Austaralia begitu saja," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!