Sekilas Info

TENAGA PERAWAT

15 Perawat yang Direkrut Pemkot Ambon untuk Bekerja di Australia sedang Jalani Training di Unpatti

Foto ilustrasi para perawat yang sedang melaksanakan tugas.

satumalukuID – Sebanyak 15 perawat yang terpilih dalam rakrutmen untuk bekerja di Australia saat ini sedang menjalani training di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Ke-15 perawat tersebut terpilih dari 80 perawat di Kota Ambon yang mendaftar.

“15 Perawat itu sedang mengikuti training Bahasa Inggris dan mempelajari kultur budaya Australia di Unpatti,” kata Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada pers Rabu (22/1/2020).

Menurut Richard, dalam rapat terbatas dengan Kementerian Perekonomian, sudah ada lampu hijau kepada pemerintah kota Ambon untuk kerjasama mengirim perawat bekerja di Australia.

Program perawat asal Ambon bekerja di Australia didasarkan atas kerjasama Pemerintah Kota Ambon dengan investor Australia Global Labour Solutions (GLS).

Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan memberikan dukungan dan memfasilitasi kerja sama GLS dengan Pemerintah Kota Ambon melalui program pelatihan dan penempatan tenaga perawat di Aged Care Australia.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/3/2019), dukungan diberikan BKPM melalui kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney didukung oleh KBRI di Canberra dan Konsul RI di Darwin.

Pejabat Promosi Investasi IIPC Sydney Sri Moertiningroem mengatakan kerja sama yang dilakukan merupakan salah satu bentuk implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), yang salah satu sektor prioritasnya adalah kesehatan dan pendidikan.

BUKAN TKI BIASA

“Perlu dicatat ya. Ini bukan seperti Tenaga Kerja Indonesia lain karena mereka itu bekerja tetap dalam pengawasan pemerintah kota Ambon,” timpalnya.

Jadi, untuk ke-15 perawat Kota Ambon yang akan bekerja di Australia itu, tetap berada dalam supervisi Pemkot Ambon. Nantinya mereka akan dikontrak awal dua tahun dan bisa diperpanjang jika diinginkan oleh konsumen.

“Mereka yang direkrut ini akan bekerja sebagai baby sister, melayani penyandang disabilitas dan kaum lansia dengan gaji yang memadai sekitar 350-an juta per tahun,” ujar walikota.

Dia berharap, program mengirimkan perawat ke Australia berjalan lancer dan mereka yang dikirim bisa bekerja dengan baik sehingga membuka kesempatan lagi untuk perawat-perawat asal Ambon berangkat lagi ke Australia di tahun-tahun mendatang.

Penulis: M-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!