Sekilas Info

RITEL MODEREN

Pendirian Indomaret dan Alfamidi di Kota Ambon Tetap Jalan sesuai Izin yang Diterbitkan Pemkot

Ilustrasi gerai Alfamidi

satumalukuID – Walikota Ambon Richard Louhenapessy bersikukuh pembangunan ritel modern Indomaret dan Alfamidi tetap akan dilakukan sesuai perijinan yang telah dikeluarkan Pemkot Ambon.

Dia menilai apa yang berkembang saat ini terkait adanya pihak yang meminta pembatasan izin Indomaret dan Alfamaret di Kota Ambon merupakan hal yang biasa.

"Sesuatu yang baru itu pasti akan ada pihak yang apriori. Tapi  yang pasti, kebijakan pemerintah tidak akan pernah merugikan masyarakat,” kata Walikota Richard Louhenapessy kepada pers di Balai Kota, Rabu (22/1/2020).

Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Ambon meminta pembatasan izin pembangunan Indomaret dan Alfamidi di Kota Ambon. Mereka bahkan sempat melakukan peninjauan lapangan sejumlah gerai Indomaret dan Alfamidi. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya di kantor DPRD Kota Ambon.

Namun, menurut Richard,  yang khawatir dari kehadiran Indomaret dan Alfamidi sekarang ini adalah para distributor yang memang selama ini menguasai barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Mereka khawatir kehadiran Indomaret dan Alfamidi akan mengurangi keuntungan mereka selama ini. “Tapi mereka lupa, masyarakat yang akan lebih diuntungkan karena banyak pilihan untuk berbelanja,” timpalnya.

Sambil bergurau, Walikota juga mengatakan, dia sudah lulus soal-soal begini. Kalau ada yang terganggu, mereka pasti memberikan respons negatif. “Tapi pemerintah kota tetap jalan sesuai rencana,” tegasnya.

Sejauh ini, menurut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon Janes Apono, Pemkot Ambon sudah menerbitkan 66 izin pendirian Indomaret dan Alfamidi. Rinciannya, Indomaret sebanyak 40 gerai dan Alfamidi 26 gerai.

Ia mengatakan, ritel waralaba tersebut beroperasi di lima kecamatan di kota Ambon, ijin operasionalnya sesuai kuota yang ditetapkan.

Janes menjelaskan, keberadaan ritel waralaba tersebut di kota Ambon tidak melebihi kuota yang ditetapkan yakni sesuai Undang-Undang nomor 7 pasal 26 tahun 2006.

"Jika melebihi kuota yang ditetapkan maka akan dikenakan sanksi, karena kegiatan perdagangan harus sesuai UU dan wajib memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan serta Tanda Daftar Perusahaan (SIUP-TDP)," ujarnya.

Walikota sendiri berpendapat kehadiran Indomaret dan Alfamidi memberikan manfaat bagi warga dan Kota Ambon. Setidaknya menyerap tenaga kerja yang signifikan.

Untuk satu gerai Indomaret dan Alfamidi membutuhkan 9 karyawan. “Tinggal dikalikan saja, dengan total gerai yang ada, ribuan pekerja. Mana ada job yang bisa merekut pekerja sebanyak itu secepatnya,” kata walikota.

Hal lain yang menguntungkan dari kehadiran Indomaret dan Alfamidi adalah akan terjadi persaingan harga sehingga masyarakat akan punya pilihan, mempermudah akses masyarakat untuk membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga.

“Dan yang terakhir memperindah kota dan membangun kultur baru masyarakat Kota Ambpn dari kultur tradisional ke kultur modern,” ungkapnya.

Penulis: m-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!