Sekilas Info

KEBAKARAN HUTAN

Sisa 10 Titik Api, Sebagian Besar Wilayah Kebakaran Hutan dari Rutong hingga STAIN Ambon Tertangani

Dok: Humas Polresta Ambon Foto: Proses pemadaman api menggunakan peralatan seadanya di hutan petuanan Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, terbakar, Minggu (19/1/2020).

satumalukuID - Kebakaran hutan di wilayah Rutong hingga kawasan Stain, Kota Ambon, sejak Minggu (19/01/2020) hingga Selasa (21/01/2020), sudah tertangani sehingga tersisa hanya sepuluh titik api.

"Kebakaran tersebut sekitar 100 hektar, namun saat ini sudah tersisa sepuluh titik api saja yang belum dapat dipadamkan," terang Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Eva Tuhumuru, saat ditemui di Kantor BPBD Kota Ambon, di kawasan Karang Panjang, Ambon, Selasa (21/01/2020).

Menurut Eva, kebakaran tersebut disebabkan oleh cuaca Kota Ambon yang panas, serta intensitas angin kencang yang diperkirakan hingga sepekan kedepan.

"Cuaca di Ambon masih sangat panas, sehingga hal tersebut yang menyebabkan rumput maupun alang-alang bergesekan dan menciptakan api," ujarnya.

Selain itu, dia katakan minimnya hujan yang menyebabkan rumput maupun tanaman di hutan menjadi sangat kering.

"Di wilayah Rutong, Halong, Soya, Hutumuri dan Stain terdapat satu jenis rumput yang memang bagian atasnya hijau, namun bagian bawahnya sangat kering. Dan jenis rumput tersebut jika tergesek akan sangat cepat menimbulkan api," jelasnya.

Dia sampaikan, meski sebagian besar wilayah telah dipadamkan namun terdapat sepuluh titik api yang lokasinya berada di tengah-tengah hutan.

"Untuk lokasi ini yang masih sulit dipadamkan karena keterbatasan sarana dan prasarana untuk pemadaman. Untungnya lokasi tersebut jauh dari pemukiman warga sehingga tidak memakan korban jiwa maupun materi," tuturnya.

Eva katakan saat ini upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh masyarakat setempat agar api tidak menjalar lebih jauh.

"Wilayah-wilayah tersebut memang rawan kebakaran, pada tahun 1997 terjadi kebakaran yang cukup besar di wilayah Hutumuri. Oleh sebab itu masyarakat membuat sekat-sekat dan membersihkan tanaman di sekitar area titik api, sehingga tidak menjalar lebih jauh," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!