Sekilas Info

KASUS BNI

Puluhan Nasabah BNI Kendari Jadi Korban Pembobolan ATM, Dua Tersangka Baru BNI Ambon Masih Gelap

satumalukuID - Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kendari,  Sulawesi Tenggara, yang menjadi korban pembobolan rekening melalui anjungan tunai mandiri/ATM atau "skimming" bertambah menjadi 98 orang.

Sementara itu, penyidik Polda Maluku belum juga mengumumkan dua tersangka baru kasus pembobolan nasabah BNI Ambon senilai Rp58,9 Miliar.

Kepala BNI Sultra, Muzakkir saat dihubungi di Kendari, Selasa (20/1/2020), mengatakan, data tersebut merupakan jumlah keseluruhan laporan yang diterima BNI sejak pembukaan layanan pengaduan pada Sabtu (18/1/2020) hingga Senin (20/1/2020).

"Laporan nasabah yang kami terima sejak hari pertama pembukaan layanan pengaduan pada Sabtu (18/1) sampai Minggu (19/1/) ada 47 nasabah dan dananya sudah kami kembalikan semuanya," katanya.

Sementara itu, lanjut Muzakkir, pada Senin (20/1), pihaknya menerima 51 pengaduan sehingga total laporan pengaduan yang diterima selama tiga hari yakni 98 orang.

Ia mengungkapkan, dari 98 nasabah yang menjadi korban skimming, 47 nasabah dananya telah dikembalikan pada Senin (20/1)  dengan total Rp300 juta. Sementara itu 51 nasabah lain, pengembalian dananya akan dilakukan pada Selasa (21/1).

"Dana nasabah yang terdebet bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga puluhan juta rupiah," ungkapnya.

Pihaknya menjamin segala bentuk kerugian yang dialami nasabah akan diganti oleh BNI dan kejadian itu dinilai sebagai suatu kerugian.

"Hari ini kami masih buka layanan pengaduan khusus di semua cabang BNI di Kendari, sampai semuanya terselesaikan," tuturnya.
 

KASUS BNI AMBON

Sementara itu, terkait kasus pembobolan nasabah BNI Ambon, saat ini pihak kepolisian belum juga mengumumkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut. Sejauh ini masih lima tersangka dalam kasus merugikan nasabah senilai Rp58,9 miliar itu.

Tentang dua tersangka baru ini, diungkap Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa usai penanaman pohon di lapangan SPN Polda Maluku, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Jumat (10/1/2020).

"Nanti hari Senin (pekan depan) akan dilakukan gelar perkara dulu. Setelah itu baru diumumkan," kata Royke saat itu.

Sebelumnya diberitakan, Polda Maluku bergerak cepat menyita puluhan aset kekayaan milik Farradhiba Jusuf. Jika tidak, sebagian besar aset tersangka kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon, ini nyaris dialihkan ke tangan lain.

Saat ini sudah lima tersangka dalam kasus pembobolandana nasabah BNI Ambon. Mereka adalah Faradiba, Soraya, KT selaku Kepala Cabang Pembantu BNI di Tual dan rekannya JRM yang juga pemimpin KCP Tual, serta MM yang merupakan pemimpin KCP Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Baca Juga

error: Content is protected !!