Sekilas Info

KASUS BNI

Penetapan Dua Calon Tersangka Baru Kasus BNI Ambon Tunggu Direktur Krimsus Polda Maluku

Kantor BNI Cabang Ambon

satumalukuID - Hingga kini penetapan dua calon tersangka baru kasus pembobolan BNI Ambon, seperti yang dijanjikan belum ditepati. Ini karena Direktur Krimsus Polda Maluku sedang di luar daerah.

"Beliau masih berada di Jakarta jalankan tugas," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat kepada satumalukuID, Selasa (21/1/2020).

Ohoirat mengaku, dalam waktu dekat Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan akan tiba di Ambon.

“Nanti kalau beliau tiba baru akan dilakukan gelar perkara," kata Ohoirat di ruang kerjanya.

Meski begitu, tambah juru bicara Polda Maluku ini, penyidikan kasus pembobolan bank milik negara sebesar Rp58,95 miliar itu terus dilakukan penyidik.

"Untuk kasus ini bisa 2, 3 sampai 4 tersangka baru. Tapi penyidik masih berhati-hati dalam memutuskan. Jangan sampai salah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus pembobolan dana nasabah bank pelat merah ini masih terus dikembangkan. Saat ini penyidik telah menjaring enam orang tersangka. Adalah Farradhiba Jusuf alias Fara, mantan Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon, dan anak angkatnya Soraya Pellu.

Selain mereka penyidik juga menjerat empat Kepala Cabang Pembantu BNI Ambon yakni Andi Rizal alias Callu-Mardika, Chris Rumalewang-Tual, Josep Maitimu-Kepulauan Aru, dan Martije Muskita-Masohi.

Enam tersangka itu disangkakan Pasal 49 ayat (1) dan (2) UU No 7 Tahun 1972 tentang perbankan, sebagaimana diubah dengan UU RI No 10 Tahun 1998 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara. Mereka juga dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010.

Baca Juga

error: Content is protected !!