Sekilas Info

RITEL MODEREN

Pemkot Kupang Menutup Enam Gerai Alfamart, Di Kota Ambon Izin Pembangunan Alfamidi 26 Gerai

Foto ilustrasi gerai Alfamart

satumalukuID - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menutup enam unit Alfamart karena beroperasi tanpa mengantongi izin usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang.

Sementara itu, di Kota Ambon, Pemkot sudah menerbitkan izin pendirian ritel Alfamidi sebanyak 26 gerai. Dari jumlah tersebut, baru 10 gerai yang beroperasi.

"Ada 13 unit unit Alfamart yang beroperasi di Kota Kupang, namun ternyata enam unit di antaranya beroperasi tanpa izin. Mereka beroperasi secara ilegal tanpa mengantongi izin usaha dari instansi terkait," kata Wali Kota Kupang, Jefrison Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Selasa (21/1/2020).

Ia mengatakan, pemerintah tidak mempersulit masuknya investasi namun tentu harus melalui prosedur yang benar seperti wajib mengantongi izin usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang.

"Enam unit Alfamart itu telah beroperasi namun tidak memiliki izin usaha dari Pemerintah Kota Kupang. Enam uni Alfamart itu melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa  izin usaha,"tegas Jefrison Riwu Kore.

Selain tanpa izin kata Jefrison Riwu Kore, enam unit Alfamart dibangun dekat kawasan pasar serta dekat dengan tempat usaha ekonomi masyarakat kecil yang sedang berkembang.

"Apabila Alfamart dibangun dan di sekitarnya terdapat banyak kios milik warga tentu akan berdampak pada matinya usaha masyarakat. Kami tidak ingin hal itu terjadi. Kami sedang mendorong usaha ekonomi masyarakat bertumbuh sehingga pendapatan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik," kata Jefrison Rowu Kore.

Menurut dia, pemerintah Kota Kupang hanya memberikan izin usaha terhadap tujuh dari 13 unit Alfamart yang dibangun di Kota Kupang.

"Kami hanya memberikan izin untuk tujuh unit Alfamart sedangkan enam unit lainnya tidak akan diberikan izin apabila masih dibangun di sekitar lokasi pasar maupun berdekatan dengan tempat usaha milik warga," tegas Jefrison Riwu Kore.

ALFAMIDI DI AMBON

Sementara itu di Kota Ambon, Pemerintah Kota telah menerbitkan izin pendirian ritel Alfamidi sebanyak 26 gerai. Dari jumlah tersebut, baru 10 gerai yang beroperasi.

Sejauh ini, kata Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Ambon, Janes Aponno, Rabu (15/1/2020), ijin operasionalnya sesuai kuota yang ditetapkan.

"Jika melebihi kuota yang ditetapkan maka akan dikenakan sanksi, karena kegiatan perdagangan harus sesuai UU dan wajib memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan serta Tanda Daftar Perusahaan (SIUP-TDP)," ujarnya.

Diakuinya, semakin banyak investor masuk ke kota Ambon menandakan tingkat perekonomian semakin baik ditunjang berbagai kemudahan yang diberikan.

Pemkot Ambon lanjutnya, tidak menargetkan investor yang akan masuk ke kota Ambon. Yang terpenting adalah bagaimana strategi untuk menghadirkan investor seuai karakteristik serta potensi daerah.

"Sektor perdagangan dan jasa merupakan sektor yang terbanyak mendominasi investasi baik lokal maupun nasional," tandasnya.

Ditambahkannya, kehadiran ritel waralaba baik indomaret maupun alfamidi memberikan dampak bagi kota Ambon yakni penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan investasi.

"Ijin yang diberikan tentunya sesuai kuota, kita berharap semua berjalan lancar sehingga perekonomian kota Ambon semakin meningkat," tandas Janes.

Baca Juga

error: Content is protected !!