Sekilas Info

CAGAR BUDAYA

Cerita Lain di Balik Benteng Nieuw Victoria, Ambon Pernah Jadi Pusat Pemerintahan dan Bisnis

Benteng Nieuw Victoria yang akan dijadikan sebagai cagar budaya Kota Ambon.

satumalukuID - Benteng Nieuw Victoria memang layak menjadi cagar budaya Kota Ambon. Benteng ini menyimpan kisah masa lalu terkait eksistensi Kota Ambon sebagai pusat pemerintahan dan bisnis kompeni Belanda di Nusantara.

Ceritanya, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) alias Kompeni Belanda dalam sejarah pendudukannya di Nusantara atau Indonesia pernah menjadikan Kota Ambon sebagai pusat pemerintahan dan dagang. Ini ditandai dengan keberadaan pemimpin tertinggi atau gubernur Jenderal VOC pertama saat itu adalah Pieter Both yang menjabat hingga 1614.

Alasan utama VOC bermarkas di Ambon adalah karena Maluku merupakan kepulauan penghasil rempah-rempah utama di Nusantara. Kala itu, Belanda memang hanya fokus berdagang hasil bumi, terutama rempah-rempah, yang sangat laku dan berharga mahal di Eropa.

Baca Juga:

Pilihan kepada Kota Ambon juga didasari atas pertimbangan kota ini sudah direbut Belanda dari Portugis. Pada 1605, seperti yang ditulis John Pattikayhatu dalam Sejarah Daerah Maluku (1978), VOC atau Belanda telah merebut Ambon dari Portugis. Maka, sejak 1610, Ambon ditetapkan sebagai pusat aktivitas VOC dalam menjalankan bisnis dagangnya.

Pembangunan langsung dilakukan di Ambon. Salah satunya, ungkap R.Z Leirissa dan Djuariah Latuconsina dalam buku Sejarah Kebudayaan Maluku (1999) adalah Benteng Victoria yang direbut dari Portugis pada 1605 dan rusak parah akibat diguncang gempa bumi direnovasi serta diperbesar. Benteng megah ini kemudian diberi nama Nieuw Victoria.

Ambon menjadi pusat pemerintahan VOC ditandai dengan adanya gubernur Jenderal VOC pertama saat itu yakni Pieter Both yang menjabat hingga 1614.

Kepemimpinan Pieter Both berakhir, masih ada dua gubernur Jenderal lagi selama VOC beribukota di Ambon, yakni Gerard Reyns (1614-1615) kemudian Laurens Reael (1615-1619).

Namun, setelah gubernur jenderal VOC berpindahtangan ke Jan Pieterszoon Coen, VOC mulai membangun visi perdagangan inter-Asia. Posisi Kota Ambon tidak lagi strategis sebagai pusat pemerintahan VOC, kendati masih menjadi penghasil utama rempah-rempah.

Pada masa Jan Pieterzoon Coen, VOC kemudian mengalihkan pemerintahannya ke Kota Jayakarta lewat penaklukan Kesultanan Banten yang menguasai kota tersebut. Saat menyerang Kesultanan Banten, VOC merekrut orang-orang Maluku untuk berperang.

Awalnya mereka kalah. Namun dalam serangan kedua, Kesultanan Banten berhasil dikalahkan dengan hanya satu korban di pihak VOC dan prajuritnya. Belakangan nama Jayakarta diganti menjadi Batavia.

Dari kota inilah Belanda mampu menaklukkan hampir seluruh wilayah Nusantara dan menjajahnya hingga berabad-abad lamanya.

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!