Sekilas Info

DANA INVESTASI

Tidak Cairkan Investasi Rp300 Juta Milik Nasabah, Mahasiswa Desak DPRD Ambon Panggil Axa Mandiri

Ian Toisutta Sejumlah mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon, menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Kota Ambon, Maluku, Senin (20/1/2020).

satumalukuID- Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon didesak sejumlah mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon, untuk memanggil pihak PT. Asuransi Axa Mandiri.

Desakan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor DPRD Ambon, Kota Ambon, Maluku, Senin (20/1/2020). Penyebabnya, pihak Axa Mandiri diduga telah melakukan penipuan terhadap seorang nasabahnya yaitu Hj. Sarwana.

Aksi demonstrasi berlangsung menyusul dana investasi milik Ibu Sarwana sebesar Rp300 juta enggan dicairkan. Padahal, masa waktu penyimpanan tabungan itu sudah berakhir sejak 2018 lalu. Dana yang diinvestasikan selama lima tahun sejak 2013 silam ini, tak kunjung diberikan hingga saat ini.

Lebih parah lagi, pihak Axa Mandiri berkelit jika dana milik nasabah tidak bisa diberikan, karena kurs rupiah sedang naik. Bahkan ironisnya, dana yang akan dicairkan atas persetujuan pusat ini sesuai dengan nilai yang ditabungnya tersebut.

Mahasiswa mengaku, persoalan yang dialami salah satu nasabah Axa Mandiri itu merupakan masalah rakyat. Sehingga harus menjadi perhatian wakil rakyat.

"Kami datang untuk mendesak dewan segera memanggil PT Axa Mandiri. Termasuk OJK Maluku untuk menyikapi masalah itu," desak Haris Lessy, koordinator aksi demonstrsi.

Para pendemo menilai, kasus dugaan penipuan itu harus disikapi. Sehingga, jika nantinya terdapat ketimpangan, DPRD sebagai representatif rakyat bisa mengawasinya sampai pada proses hukum berjalan tuntas.

"Ini bukan persoalan individu. Harus disikapi serius agar menjadi efek jera. Jika tidak ada ketegasan, takutnya malah akan memakan korban yang lain," pinta pendemo.

Sementara itu, Jhon Michael Berhitu, kuasa hukum Sarwana, mengaku, kedatangan mereka bersama para pendemo untuk memperjuangkan hak kliennya.

Pihaknya, kata dia sudah dua kali menyampaikan somasi kepada Axa Mandiri pada 20 Desember 2019, dan awal Januari 2020. Tujuannya agar dana kliennya segera dicairkan. Sebab, sudah jatuh tempo pada tahun 2018.

"Sampai sekarang tidak ada respon dari pihak Axa Mandiri. Makanya kami ke DPRD untuk memperjuangkan masalah ini," tegasnya.

Dia mengatakan Axa Mandiri, kerap beralasan bahwa uangnya tidak bisa ditarik karena kurs rupiah lagi naik. Anehnya, korban malah diminta untuk memperpanjang perjanjian dengan mereka.

Menurutnya, pihaknya telah bertemu dengan Arfa, pimpinan Asuransi Axa Mandiri. Dalam pertemuan itu, beliau mengatakan tunggu konfirmasi dari pusat. Jika dikabulkan maka dana Rp300 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun tersebut, akan dikembalikan tapi hanya secara utuh. Padahal, berbicara investasi, maka tentu ada yang diuntungkan.

"Kok ditabung dalam kurun waktu lima tahun sebesar Rp300 juta, tapi dikembalikan dengan nilai itu lagi. Kan aneh. Orang ingin berinvestasi karena ada untungnya. Kalau tidak ada untung, siapa yang mau," kesalnya.

Di tempat yang sama, Jafry Taihuttu, Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, menyampaikan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas permasalahan tersebut.

"Kami akan minta data dari korban dan kemudian diundang dalam pertemuan komisi dengan pihak Axa Mandiri dan juga OJK. Besok atau lusa kita di komisi agendakan rapat ini," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!