Sekilas Info

KAPAL HILANG

Kapal Panji Saputra yang Kini Hilang Bersama 4 ABK dan 2 TNI Berlayar Tanpa Izin dari Syahbandar Ambon

Dua Prajurit Kodam XVI/Pattimura Serda Aswadin Ali serta Pratu Midun (berbaju kaos) dan empat ABK KLM Panji Saputra yang hilang dalam perjalanan dari Ambon ke Saumlaki dan Moa membawa lima ribu liter avtur milik Kodam XVI/Pattimura.

satumalukuID – KLM Panji Saputera yang kini hilang dalam perjalanan dari pelabuhan Slamet Riyadi Ambon pada 7 Januari 2020 menuju Saumlaki (Kepulauan Taimbar), ternyata tidak mengantongi izin berlayar dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon.

dengan mengangkut 25 drum avtur tujuan Saumlaki, ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)

Kepala KSOP Kelas I Ambon Jefry Meidison mengatakan KLM Panji Saputera berlabuh di pelabuhan Slamet Riyadi maupun berangkat tidak pernah melapor ke KSOP Kelas I Ambon.

"Jadi kami tidak tahu menahu dengan keberadaan KM. Panji Saputera, termasuk muatan avtur yang diinformasikan merupakan operasional Kodam XVI/Pattimura," ujar Jefry.

Seperti diberitakan, Semua kekuatan SAR saat ini dikerahkan untuk mencari KLM Panji Saputra yang diduga hilang di laut Maluku.

Kapal Panji Saputra mengangkut BBM jenis Avtur. Kapal itu berawak empat orang ABK. Ditambah dua anggota Kodam XVI/Pattimura yang mengawal muatan avtur, bahan bakar pesawat tersebut.

Empat Anak Buah Kapal (ABK) Panji Saputra yaitu La Mufik, La Jau, Ongki dan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Sementara dua prajurit dari satuan Bekangdam Pattimura yaitu Serda Aswadin Ali dan Pratu Midun.

Kapal berwarna biru itu bergerak dari Kota Ambon menuju Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa (7/1/2020) lalu. Kapal yang sedianya tiba pada Sabtu (11/1/2020) itu, hingga sekarang keberadaannya masih misterius.

Jefry Meidison menambahkan, sebagai pemerintah tetap bertanggung jawab untuk melakukan pencaharian.

"Kami telah berkoordinasi dengan Basarnas Ambon maupun menginfirmasikan kepada UPT di sejumlah kabupaten di Maluku agar turut mencari keberadaan KLM. Panji Saputera," katanya.

Disinggung kondisi cuaca, dia menjelaskan, di Maluku saat ini cukup baik dengan tinggi gelombang tidak lebih dari 1,5 meter.

"Jadi pencaharian masih intensif dilakukan dengan sejumlah pihak berkompoten seperti Lantamal IX/Ambon dan lainnya turut mengerahkan armada untuk membantu mencari KLM panji Saputera," ujar Jefry.

Sebelumnya, Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, sesuai estimasi, KLM Panji Saputera seharusnya tiba di Saumlaki, pada 11 Januari 2020. Namun sampai sekarang belum juga tiba dan hilang kontak.

Dia mengatakan, terima informasi kapal tersebut hilang kontak pada Sabtu(18/1), sekitar pukul 11.00 WIT. Dilaporkan Ati, pemilik kapal dan Komandan Bekang Kodam XVI/Pattimura, Lettu Agung..

Kapal tersebut memuat 25 drum avtur yang digunakan untuk refuel helly dalam rangka mendukung tugas TNI di KKT.

Didalam KLM Panji Saputera ada empat Anak Buah Kapal (ABK), termasuk nahkoda dan dua anggota TNI yang mengawal kapal tersebut. KLM Panji Saputra memiliki 10 meter, lebar dua meter dan berwarna hijau tua.

Saat ini, kata Muslimin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pos SAR Banda Tual dan Saumlaki dan Potensi SAR di pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi kapal itu.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada informasi terkait keberadaan kapal. Termasuk berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintasi rute Ambon-Saumlaki.

"Tujuannya untuk melaporkan apabila melihat atau menemukan tanda-tanda kapal atau korban KML Panji Saputra," tegas Muslimin.

Penulis: Alex Sariwating
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!