Sekilas Info

PARIWISATA

Kapal Pesiar MV Boudicca Bawa 900 Turis Singgahi Ambon 19 Januari 2020

Satu kapal pesiar MV Boudicca berbendera Bahamas akan mengunjungi kota Ambon dan sekitarnya. Kapal pesiar yang memuat sejumlah turis asing ni direncanakan tiba di pelabuhan Ambon besok, Minggu 19 Januari 2020 pada pukul 07.00 WIT.

Land Tour Operator MV Boudicca di Pulau Ambon, Hellen de Lima SH kepada media Sabtu (18/1) mengatakan, rencananya kapal pesiar ini berada di Ambon selama 9 jam.

Dikatakan, kapal itu memuat penumpang sekitar 800 - 920 turis asing diharapkan saat singgah di Ambon dapat mengunjungi sejumlah objek wisata. Kapal pesiar ini berlayar dari Selandia Baru, Papua Nuegini selanjutnya masuk Ambon dan melanjutkan perjalanan berikutnya ke Bali.

Menyoal kehadiran kapal-kapal pesiar ke Maluku, Helen katakan, mengurusnya saja butuh waktu panjang.

Jika dikatakan pelaku pariwisata kurang koordinasi dengan Pemda setempat, sangatlah keliru karena ketika dilakukan pemberitahuan soal kedatangan kapal pesiar harusnya pemda dalam hal ini pihak terkait menjemput bola dengan menyiapkan sejumlah objek wisata yang akan dikunjungi secara baik, agar kesan positif dan bagus dapat diceritakan para penumpang kapal ke negara masing-masing.

Menurut Hellen, dengan sendirinya orang asing bisa memilih dan menjadikan Ambon maupun Maluku sebagai destinasi wisata pilihan mereka. Disitu letak peran Dinas Pariwisata di daerah.

“Tamu asing yang datang dengan kapal pesiar berbeda dengan tamu reguler, mereka lebih banyak usianya lansia. Faktor lansia ini maka ada kriteria yang perlu disesuaikan dengan kesejahteraan dan kenyamanan. Contohnya jalan menuju destinasi lebih dari 100 Meter perlu persiapan asisten untuk menjelaskan ke turis,” kata Hellen.

Sedangkan soal fasilitas objek seperti taman, atraksi, toilet harus memadai dan bagus, termasuk kios kuliner ditata cantik, dan tempat parkir tersedia.

Walau demikian diungkapkannya, integrated cruse destination Maluku tidak masuk. Artinya punya potensi tapi tidak disiapkan infrastruktur pariwisatanya. Terkadang ikut program pusat yang sebenarnya tidak memungkinkan tapi ikut saja.

Terhadap hal ini Hellen menilai, Pemda harus berkolaborasi dengan pihak ketiga.

“Saran kepada Pemprov sebaiknya destinasi dirapikan dulu, tenaga pariwisata disiapkan, agar ke depan Maluku benar-benar siap secara profesional di bidang pariwisata karena Maluku memiliki banyak potensi akan tetapi pengelolaannya belum maksimal,” tambahnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku bisa menjadikan tahun 2020 sebagai tahun penataan. Jangan ada promosi ke luar negeri sebelum menyiapkan dan menata infrastruktur pariwisata secara baik.

Untuk diketahui, MV Boudicca adalah kapal pesiar yang dimiliki dan dioperasikan oleh Fred Olsen Cruise Lines. Dibangun pada tahun 1973 oleh galangan kapal Helsinki Wärtsilä, Finlandia sebagai Royal Viking Sky untuk Nordenfjeldske Dampskibsselskap, Trondheim, yang menempatkan kapal dalam layanan Royal Viking Line. (vonny litamahuputty/NP)

Baca Juga

error: Content is protected !!