Sekilas Info

OPINI

Ritel Indomaret di Ambon, Kenapa Tidak? Be Wise Bro…

Foto ilustrasi ritel Indomaret

Kehadiran ritel Indomaret di Kota Ambon, sedang ramai dibincangkan. Sampai-sampai DPRD Kota Ambon ikut-ikutan mau meninjau izin pembangunan ritel modern ini.

Pemkot Ambon sendiri sudah menerbitkan izin pembangunan untuk 40 gerai Indomaret yang umumnya sudah hampir rampung seluruhnya.

Secara formal, tak ada yang salah dari kebijakan Pemkot ini karena memang tak ada aturan lebih tinggi yang melarang kehadiran Indomaret di berbagai daerah.

Toh, bagi Pemkot Ambon, kehadiran Indomaret ikut memberi andil untuk pendapatan daerah dan menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat kota. Artinya salah satu misi pemerintah sudah mereka jalankan.

Secara moral, Pemkot tidak peduli terhadap pedagang kecil yang bisa terancam dengan kehadiran Indomaret? Terlalu naif kalau menggunakan argumentasi tersebut. Sebab pada dasarnya hidup ini sampai kapanpun akan terus berubah. Kemajuan ilmu dan teknologi menghadirkan inovasi-inovasi baru yang bertujuan memudahkan masyarakat.

Masih ingat tukang-tukang perahu Poka – Galala yang berlimpah rejeki melayani penumpang, terutama ribuan mahasiswa dan dosen di Poka. Saat ini, mereka hanya bisa mengenang masa-masa indah tempoe doeloe itu karena kehadiran jembatan merah putih.

Lantas kemana mereka sekarang? Tentunya sudah beradaptasi karena hidup harus terus berjalan bro.

Kalau anda pernah tinggal di Jakarta, bagaimana melihat ojek-ojek pangkalan berlimpah rejeki karena menjadi idola bagi masyarakat yang ingin bepergian dalam jarak pendek.

Tapi sejak hadirnya ojek online (ojol) yang sangat memudahkan konsumen, mereka yang dulu sempat resisten terhadap kehadiran ojol harus beradaptasi karena konsumen akan memilih hal ternyaman dan praktis untuk mereka.

Nah, kembali lagi ke kehadiran ritel Indomaret di Kota Ambon. Bagi saya, ini merupakan sebuah hasil inovasi dari sistem ekonomi yang tumbuh dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Sekedar flashback, Indomaret dilahirkan oleh PT Indomarco Prismatama. Tak hanya menjual produk seperti makanan dan peralatan sehari-hari, Indomaret juga melayani jasa transaksi. Layanan transaksi seperti pembayaran tiket, tagihan listrik dan air, hingga pembayaran layanan online dapat dilakukan di Indomaret.

Bahkan, sekarang ini sudah tersedia voucher Indomaret yang dapat digunakan oleh para konsumen untuk berbelanja di sana sebagai pengganti uang. Mau kirim uang ke saudara di kampung sekarang ini juga bisa dilakukan di Indomaret.

Indomaret sendiri lahir bukan secara tiba-tiba, tetapi lewat proses ekonomi yang tumbuh di masyarakat.

Mengutip dari Marketeer, bisnis minimarket Indomaret sebenarnya bermula dari pemikiran untuk mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari bagi para karyawan PT Indomarco Prismatama yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara. Lantas, di tahun 1988, didirikanlah gerai yang diberi nama Indomaret.

Sejalan dengan pesatnya operasional gerai tersebut, PT Indomarco Prismatama pun tertarik mendalami dan memahami aneka kebutuhan serta perilaku konsumen dalam berbelanja. Guna mengakomodir hal itu, mereka mengamati maupun meneliti perilaku belanja masyarakat.

Kesimpulannya, masyarakat cenderung memilih berbelanja di gerai modern berdasarkan kelengkapan pilihan produk berkualitas, harga pasti dan bersaing, serta suasana yang nyaman. Berbekal pengamatan dan penelitian akan kebutuhan konsumen tersebut, PT Indomarco Prismatama akhirnya mendirikan Indomaret.

Awalnya, minimarket Indomaret dirancang dengan konsep gerai yang berlokasi di dekat hunian masyarakat. Indomaret menyediakan beragam kebutuhan pokok, melayani masyarakat umum yang bersifat majemuk, serta mempunyai luas toko sekitar 200 meter persegi.

Seiring waktu untuk mengikuti kebutuhan pasar, Indomaret terus menambah gerai di berbagai kawasan perumahan, perkantoran, kawasan niaga, kawasan wisata, maupun apartemen.

Pada tahun 1997, Indomaret mulai mengembangkan bisnisnya dengan menggunakan sistem waralaba. Dengan menciptakan bisnis dengan sistem waralaba, Indomaret dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk dapat bekerjasama dan mendapatkan penghasilan.

Di masa sekarang, minimarket Indomaret berkembang dengan pesat. Jumlah gerainya pun telah mencapai 16.000, terdiri dari 40% gerai milik mitra waralaba serta 60% gerai milik PT Indomarco Prismatama.

Jadi intinya, Indomaret ini juga hadir sebagai hasil dari kreativitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih di perkotaan.

Tapi ada daerah, yakni Padang yang menolak kehadiran Indomaret? Memang, saat saya ke Kota Padang, Bulan Agustus 2019 lalu, tidak ditemui satupun Indomaret di kota tersebut. Itu pun saya baru tahu saat hampir tiba di hotel tempat menginap, malam hari.

Saat itu lupa membawa kebutuhan mendasar dan minta sang supir yang menjemput dari bandara kembali jalan utama karena saya mau membelinya. Karena tak ada Indomaret dan Alfamart, akhirnya, harus membeli di warung, yang harus nanya-nanya dulu, dan ternyata tidak ada apa yang saya butuhkan di warung tersebut. Akhirnya kita sempat menjajal beberapa warung baru ditemukan.

Sebagai orang yang baru pertamakali datang ke Padang, ketiadaan Indomaret menurunkan kenyamanan saya. Kalau ditanya ingin kembali lagi ke Padang? Kalau memang tugas, apa boleh buat. Tapi kalau untuk berwisata, mungkin saya perlu berpikir lagi.

Dan kalau saya saja masih pikir-pikir, bagaimana dengan anak-anak milenial lain di perkotaan yang tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan Indomaret. Belum lagi para turis manca negara yang terbiasa dengan hal praktis dan nyaman saat berbelanja?

So…. Be Wise Bro…

Baca Juga

error: Content is protected !!