Sekilas Info

KEUANGAN DAERAH

Realisasi Belanja APBN di Maluku Tahun 2019 Lebih Besar Dibandingkan 2018

Ian Toisutta Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Noor Faisal Achmad (kedua kiri) dan Kakanwil Bea dan Cukai Provinsi Maluku Erwin Situmorang (tengah), saat konferensi pers keuangan pemerintah tahun 2019 di Gedung Keuangan Maluku, Kota Ambon, Rabu (15/1/2020).

satumalukuID - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku mengaku, realisasi belanja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 di. Maluku tercatat lebih besar dibandingkan akhir tahun 2018 yakni mencapai Rp20,20 triliun.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, Noor Faisal Achmad dalam konferensi pers keuangan pemerintah tahun 2019 di Gedung Keuangan Maluku, Kota Ambon, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, realisasi pendapatan APBN tahun 2019 tercatat lebih besar dibandingkan akhir tahun 2018 yaitu mencapai Rp2,03 triliun. Di sisi pengeluaran dari pagu Rp21,58 triliun, sampai akhir tahun 2019 lalu, telah terealisasi sebesar Rp20,88 triliun atau 96,76%.

"Kinerja pelaksanaan APBN di Provinsi Maluku cukup menggembirakan. Dari target sebesar Rp2,22 triliun, sampai akhir tahun 2019, di Maluku telah direalisasikan pendapatan sebesar Rp2,12 triliun atau sekitar 95,86%," jelasnya.

Tahun 2019, realisasi pendapatan APBN di Maluku sebagian besar berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1,8 triliun atau sekitar 85% dari total pendapatan. Realisasi itu didominasi  dari pajak penghasilan non migas sebesar Rp883 miliar dan pajak pertambahan nilai yaitu Rp873 miliar.

Sedangkan penerimaan dari ekspor dan cukai mencapai Rp5,25 miliar. Di mana, untuk ekspor dibidang perikanan tercapai Rp14,81 juta USD, seiring hadirnya 5 eskportir baru di sektor perikanan. Sementara itu, realisasi PNBP tahun anggaran 2019 terdiri dari PNBP lainnya sebesar Rp206 miliar dan pendapatan BLU sebesar Rp114 miliar.

"Perlu diketahui bahwa pada tahun 2020, target penerimaan pajak naik sebesar 4,1% dan PNBP naik 63,37%," ungkap Faisal yang didampingi Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku Erwin Situmorang.

Untuk kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), konsolidasi di Maluku sampai bulan Desember 2019 berdasarkan data historis dan tren realisasi tahun-tahun sebelumnya, pendapatan mencapai Rp13,72 triliun.

"Dimana PAD turun 3% atau Rp.976,57 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah 83% sebesar Rp21,65 miliar. Sementara pendapatan transfer daerah meningkat 4% atau sebesar Rp12,72 triliun," ujarnya.

Selain itu, lanjut Faisal, realisasi belanja dan transfer sebesar Rp13,25 triliun. Yang mana belanja daerah naik 0,12% sebesar Rp11,68 triliun dan transfer pemerintah daerah naik Rp1,57 triliun.

"Baik realisasi pendapatan maupun realisasi belanja dan transfer pada periode 2019 terhitung lebih tinggi dibanding akhir tahun anggaran sebelumnya," katanya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!