Sekilas Info

DISKUSI GEMPA

Ada Wacana Proyek Geothermal Picu Gempa Ambon, Sejumlah Pakar dan Pemkot Akan Kaji Lebih Dalam

ANTARAFOTO/Izaac Mulyawan/pras. Sebagian gedung Musik Ambon dan Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Metrologi Legal Ambon tampak rusak di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku, Kamis (10/10/2019). Kedua bangunan milik Pemerintah Kota Ambon tersebut rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 5,2 pada Kamis (10/10/2019).

satumalukuID - Sejumlah pakar geothermal bersama Pemerintah Kota Ambon akan membahas gempa bumi yang melanda Pulau Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019 lalu. Hal ini dilakukan menyusul munculnya wacana kemungkinan penyebab gempa Ambon, terkait dengan proyek Geothermal di Kabupaten Maluku Tengah.

Para pakar yang terlibat adalah Guru Besar Geothermal Universitas Indonesia Yusuf Daud, Ahli Geothermal dari Intitute Teknologi Bandung (ITB), Ahli Geologi dari ITB Alven Rudiawan, dan Konsultan Bappenas dari Calvin Institute, Wilham Louhenapessy.*

"Gempa bumi merupakan fenomena alam yang terjadi, tetapi beberapa waktu terakhir muncul wacana bahwa kejadian tersebut ada kaitannya dengan proyek geothermal di wilayah Maluku tengah," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, Enrico Matitaputty, Senin (13/1/2020).

Dia mengatakan, Pemkot Ambon akan melakukan diskusi lanjutan setelah sebelumnya menggelar seminar kegempaan, serta membahas kajian ilmiah terkait wacana tersebut. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM yang menangani masalah geothermal.

"Kita juga juga telah berkoordinasi dengan Vice President Panas Bumi PLN, selanjutnya mereka merekomendasikan kami untuk membahas hasil kajian ilmiah yang sudah dilakukan bersama para pakar geothermal di Indonesia," katanya.

Enrico menjelaskan, dalam waktu dekat Walikota Ambon, Richard Louhenapessy bersama Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta akan bertemu dengan para pakar untuk membahas hasil kajian terkait proyek geothermal di Tulehu Kabupaten Maluku Tengah.

Tim Pemkot Ambon akan menjelaskan kondisi faktual Maluku setelah gempa yang terjadi, selanjutnya para pakar akan mempresentasikan secara ilmiah, hasil kajian tim ahli tentang geothermal.

"Dari hasil kajian tersebut proyek gheotermal tersebut merupakan salah satu penyebab atau bukan, " ujarnya.

Ditambahkannya, pembahasan yang akan dilakukan bersama para pakar itu merupakan kelanjutan seminar kegempaan yang telah digelar pada 3 Desember 2019.

"Seminar kegempaan membahas kejadian alam, maka pertemuan selanjutnya lebih kepada hasil kajian ilmiah terkait kondisi geothermal dan ada tidaknya dampak terhadap gempa bumi di Maluku," kata Enrico.

Baca Juga

error: Content is protected !!