Sekilas Info

ORANG DENGAN HIV/AIDS

ODHA di Maluku Berharap Tahun 2020 Koordinasi Kesehatan Makin Diperbaiki

Tiara Salampessy Direktur Yayasan Rumah Beta Maluku, Evilin Hatualei/Kaya (kanan), mendapat ucapan terima kasih dari Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno (kiri), saat peluncuran buku Kami Baik-baik Saja yang merupakan kumpulan tulisan ODHA di Maluku.

satumalukuID - Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Maluku berharap pada tahun 2020 ini, jalur koordinasi kesehatan semakin diperbaiki dan bertambah baik dalam pelayanan kepada mereka.

"Secara keseluruhan memang sudah dapat dikatakan baik, namun teman-teman ODHA masih menemukan kondisi dimana terdapat beberapa jalur koordinasi yang belum maksimal," ujar Direktur Rumah Beta Maluku, Evilin Hatueli/Kaya, saat ditemui di Sekertariat Rumah Beta Maluku, kawasan Karang Panjang, Kota Ambon, Jumat (10/01/2020).

Perempuan yang aktif memperjuangkan nasib para ODHA di Maluku ini, menyebutkan di tahun 2020, Rumah Beta Maluku, berharap dapat membuat kegiatan penguatan rohani atau dukungan spiritual bagi komunitas Muslim.

"Selama ini yang kami jangkau masih kawan-kawan beragama Kristen, maka itu dalam tahun ini kami ingin adakan pelayanan bagi kawan-kawan ODHA beragama Muslim. Sebab mereka masih merasa malu atau takut dikucilkan oleh lingkungan sekitar," ujar Evilin yang sudah lama open status, atau membuka ke publik bahwa dia termasuk ODHA ini.

Dia menambahkan bahwa dalam tahun ini juga, pihaknya akan membangun jaringan ke kabupaten-kabupaten yang ada di Maluku.

"Masih banyak teman-teman di kabupaten kota yang belum kami jangkau semua. Mereka masih merasa takut dan malu jika diketahui statusnya. Kami berharap dengan berjejaring dengan kami, teman-teman lebih mendapat penguatan, wawasan, dan ilmu," ucapnya.

Menurut dia, kendala yang selama ini dihadapi Rumah Beta Maluku adalah kurangnya wilayah kerja dan keterbatasan dana.

"Kami setiap tahun mengirim klien ke Balai Wasana Bahagia milik Kementerian Sosial RI, agar sahabat-sahabat Rumah Beta Maluku mendapat pelatihan keterampilan seperti menjahit, komputer dan lain-lain. Jika telah mengikuti prosesnya selama empat bulan, maka akan diberikan modal usaha," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!