Sekilas Info

BANTUAN KORBAN GEMPA

Baru Sebatas Dana Tunggu dan Bersih Rumah, Bantuan Korban Gempa di Ambon Belum Diserahkan Semuanya

Daniel Leonard Bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Maluku.

satumalukuID - Korban bencana gempa di Kota Ambon, sudah diberi bantuan dana, namun baru sebatas Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk rumah rusak berat sebesar Rp3 juta dan Cash For Work (CFW) atau dana bersih rumah senilai Rp250 ribu.

Bantuan dana stimulan rumah rusak sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta bagi rusak sedang dan Rp10 juta kepada rusak ringan masih harus menunggu dikeluarkannya petunjuk teknis.

"Bantuan yang diberikan Pemkot Ambon bagi korban gempa bumi belum semuanya diserahkan atau baru tahap pertama," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Eva Tuhumury, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya, sampai saat ini bantuan yang telah disalurkan kepada para korban melalui rekening penerima, baru sebatas dana tunggu hunian dan cash for work.

Rinciannya dana tunggu hunian sebesar Rp3 juta diberikan kepada korban yang rumahnya mengalami rusak berat, dengan asumsi korban membayar uang sewa rumah atau kamar selama enam bulan selama proses penyelesaian rumah mereka yang rusak, sehingga tidak tinggal di lokasi pengungsian.

Sementara untuk uang sebesar Rp250 ribu merupakan uang bersih puing atau Cash For Work (CFW) yang diberikan kepada semua korban dengan asumsi Rp50 ribu per hari selama lima hari, untuk membersihkan sisa puing dari kerusakan yang dialami paska bencana gempa bumi," ujarnya.

Eva menjelaskan, terkait bantuan pembangunan rumah, uang tersebut akan disalurkan kepada korban setelah dikeluarkannya petunjuk yeknis (juknis).

"Hal ini sesuai Surat Pemberitahuan dari Sekretaris Utama BNPB , bahwa dana stimulan rumah rusak sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta bagi rusak sedang dan Rp10 juta kepada rusak ringan harus menunggu dikeluarkannya juknis," tandasnya.

Dana stimulan tersebut  telah tersedia di rekening BPBD, tetapi belum bisa disalurkan karena menunggu juknis.

"Begitu juknisnya keluar, dana stimulan tersebut akan segera disalurkan ke rekening masing-masing korban sesuai kondisi rumah mereka," katanya dan menambahkan, hal ini dilakukan untuk mencegah penggunaan anggaran bantuan yang nantinya tidak dapat dipertanggunjawabkan.

Baca Juga

error: Content is protected !!