Sekilas Info

INFRASTRUKTUR

Masyarakat Malra dan Tual Minta Pemprov Maluku Bangun Infrastruktur Dasar di Daerahnya

Ilustrasi pembangunan infrastruktur dasar.

satumalukuID - Masalah infratsruktur dasar berupa jalan, jaringan air bersih, talud penahan ombak, talud penahan tanah, dan sarana ibadah seperti masjid dan gereja masih menjadi masalah mendasar bagi sebagian besar masyarakat di Maluku.

Setelah sebelumnya masyarakat di Jazirah Lehitu menyuarakan harapan akan adanya pembangunan infrstruktur dasar oleh Pemprov Maluku di daerahnya, kini giliran masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

"Harapan dan permintaan masyarakat disampaikan ketika kami melakukan agenda reses di dua wilayah tersebut," kata anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Kabupaten Malra, Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Aru, Mumin Refra di Ambon, Selasa (7/1/2020)..

Menurut dia, ada begitu banyak harapan warga ketika berdialog dan disampaikan berbagai kebutuhan yang berhubungan langsung dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, harapan dan permintaan masyarakat terkait perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan memang harus direalisasikan pemprov. Apalagi saat musim-musim tertentu, jalur laut tidak mudah dilalui karena cuaca ekstrim sehingga upaya menjual hasil bumi ke pasaran terhambat.

"Mereka juga meminta agar Pemprov Maluku segera membangun talud penahan ombak guna mencegah abrasi karena banyaknya desa di wilayah pesisir," tambah dia.

Harapan ini disampaikan saat berdialog dengan dengan masyarakat di Ohoi (Desa) Nerong, Kecamatan Kei Besar (Malra), Desa Wain, Kur, Toyando, Pam dan sejumlah desa lainnya di Kota Tual, sebab seluruh desa ini berhadapan langsung dengan laut lepas.

"Permintaan ini akan menjadi masukan yang sangat berarti untuk kami tindak lanjuti sesuai dengan harapan yang telah disampaikan," ujarnya.

Untuk merealisasikan keinginan masyarakat tersebut, dirinya akan membangun koordinasi dengan Komisi III DPRD Provinsi Maluku yang membidangi keuangan dan infrastruktur serta SKPD teknis di lingkup Pemprov Maluku.

"Hasil reses ini menjadi prioritas untuk melihat keluhan dan permintaan masyarakat sebagai suatu kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan, dan permintaan itu harus ditindaklanjuti sehingga apa yang menjadi harapan warga bisa direalisasikan," terangnya.

Sebelumnya, warga Negeri Hitu Lama, Hitumessing dan Hila di Jazirah Leihitu, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, juga mengungkap harapan senada kepada anggota DPRD Maluku Ruslan Hurasan.

Dia mencontohkan di Negeri Hitu Lama dan Hitumessing, diterima keluhan dari warga setempat berupa kebutuhan sarana dan prasarana air bersih, alat tangkap ikan dan pemberdayaan nelayan pesisir Hitu.

Warga juga mengharapkan adanya program pengembangan dan perluasan Pelabuhan Hitu, sebagai pelabuhan penyangga dari Pulau Seram.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!