Sekilas Info

SOSOK INSPIRATIF

Yance Matmey Anak Halong yang Dijuluki “Mourinho Ambon” di Liga Primeira Divisaun Timor Leste

Facebook @FC Lalenok United Yance Matmey (memegang piala) merayakan gelar juara bersama tim asuhannya FC Lalenok United.

satumalukuID – Satu lagi anak Maluku mencetak prestasi fenomenal di dunia sepakbola. Dia adalah Yance Matmey.

Yance adalah Nyong Ambon yang dibesarkan di Halong (kompleks Lantamal Ambon). Saat ini dia menjadi manajer (Pelatih) klub FC Lalenok United di Primera Divisaun Timor Leste. Tahun 2019, Yance berhasil membawa klub yang dia asuh merebut treble winner di kancah sepakbola Timor Leste.

Tercatat, FC Lalenok United meraih gelar Juara di Primeira Divisaun 2019, Juara Piala Liga 2019 serta Juara Piala Super Timor Leste musim 2019. Karena itu, atas prestasinya tersebut, pencinta sepakbola di Timor Leste menjulukinya “Mourinho Ambon”.

Nama Yance di klub nasional saat menjadi pemain memang tak semoncer anak-anak Maluku lainnya yang masuk Timnas.

Dia mengawali karier dari PSAL Halong tahun 1980-an. Posisinya adalah striker.

Dari klub PSAL, Yance banyak mengikuti kompetisi lokal di Ambon. Kepiawaiannya menggocek bola membuat sejumlah klub-klub lokal di Ambon kemudian merekrutnya.

Tercatat sejumlah klub lokal yang pernah memakai jasa Yance adalah PS Maluku Putra dan PS Virgin. Kemudian dia dipanggil untuk memperkuat PS Hitu Leitimur (PSHL). Dalam usia muda, dia juga pernah dipanggil memperkuat PA Ambon (PSA) pada era tahun 80-an.

Saat itu Yance bermain bersama sejumlah pemain PSA lainnya, yakni Yance Souhuwat, Willem Lokolo, Martin Sarimanela dan Sinatra Wijaya alias Bongkar.

Yance sendiri menyelesaikan studi SD di SD Hang Tuah Halong dan SMP juga di Yayasan Hang Tuah Ambon. Ayah dan kakak-kakaknya ada juga yang menjadi pemain bola lokal dan bekerja sebagai PNS TNI AL. Salah satu kakak perempuannya yang juga seorang atlit menjadi polisi wanita (Polwan).

Di Kompleks Lantamal Halong saat itu, keluarga Matmey dikenal sebagai keluarga olahragawan. Apalagi keluarga mereka yang diberi tugas menjaga kolam renang Tirta Kencana, satu-satunya kolam renang di Ambon saat itu.

Selanjutnya, Yance kemudian studi ke luar Ambon dan melanjutkan petualangannya ke klub-klub profesional di Pulau Jawa.

DARI DIVISI 3 MENUJU JUARA

Yance Matmey (kedua dari kiri) saat berfoto bersama pengurus klub

Berdasarkan catatan INDOSPORT, Yance Matmey mengawali karier sepak bola profesionalnya dengan memperkuat sejumlah klub lokal Tanah Air, seperti Arema Malang, Persedikab Kediri, Petrokimia Putra gresik hingga Persegres Gresik pernah dibela periode 1990 an.

Bintang asal Ambon ini pernah mencetak satu gol dalam gelaran Liga Galatama 1992, tepatnya saat memperkuat Perkesa Mataram.

Dalam pertandingan putaran pertama Grup III pada 20/6/1992 silam, Yance mencetak gol penyama kedudukan sekaligus menghindarkan Perkesa Mataram dari kekalahan atas Arseto (skor akhir 1-1).

Usai gantung sepatu, Yance memulai kiprah kepelatihan dengan membesut PS Putra Nusantara, salah satu klub Internal dari PSIM Jogja tahun 1995 hingga 1996.

Sempat lama vakum, Yance kembali aktif di dunia kepelatihan dan tampil di beberapa liga domestik Jogjakarta seperti Liga Bogasari DIY tahun 2002, Liga Remaja Tulungagung tahun 2004-2005, serta menukangi tim lokal Perseta Tulungagung pada musim 2004 hingga 2005.

Kariernya sempat melambung, dan membuat sejumlah klub Divisi Utama (Liga 2) saat itu kepincut mencicipi servisnya. PSS Sleman jadi klub yang mendapatkan tanda tangannya, namun kiprahnya bersama Elang Jawa tidak berjalan mulus.

Yance secara mengejutkan diberhentikan oleh manajemen PSS Sleman, dan posisinya digantikan Singh Bettay yang saat itu merupakan asisten Yance Metmey.

Sempat kembali vakum, Yance coba merintis kembali karier kepelatihannya dan melamar ke sejumlah klub seperti Persis Solo tahun 2013 lalu.

Perjuangan Yance pun akhirnya terbayarkan, pada tahun 2016 salah seorang petinggi klub Lalenok United yang saat itu menghadiri pesta pernikahan saudara Yance menawarkan jabatan pelatih kepada dirinya.

Klub Lalenok baru berdiri tahun 2016. Yance datang ke sana pada musim 2017. Saat itu, Lalenok masih main di divisi tiga Liga Timor Leste.

Meski tampil di level terbawah, namun kerja keras Yance Matmey berbuah manis. Lalenok United yang dilatih berhasil meraih tiket promosi tiga kali beruntun, dan tahun 2018 mereka sukses naik ke kasta teratas Liga Timor Leste.

Juara 2017 itu Liga 3 dan naik ke liga 2. Kemudian, di Liga 2 tahun 2018 posisi 2, dan naik ke Liga 1 2019. Akhir musim 2019 kemarin mereka (Lalenok) berhasil juara.

Berstatus tim promosi, klub besutan Yance berhasil meraih sembilan kemenangan, tiga hasil seri, dan cuma menelan dua kekalahan sepanjang musim. Hasil tersebut membuat Lalenok United sukses memuncaki klasemen hingga akhir musim dengan raihan 30 angka, selisih lima poin dari Boavista yang berada di urutan kedua.

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!