Sekilas Info

BANTUAN USAHA

Kelompok Usaha Bunga Tani di Ambon Dapat Bantuan Usaha dari CSR PLN Senilai Rp50 Juta

Manajer Komunikasi PT PLN UIP Abdul Azis Laadjila, menyerahkan dana pemberdayaan melalui Corporate Social Responsibillity (CSR) PT PLN UIP sebesar Rp50 juta kepada ketua kelompok Usaha Bunga Tani Duskar Dusun Keranjang, La Yapi, Kamis (2/1/2020).

satumalukuID - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku melakukan pemberdayaan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota Ambon.

Pemberdayaan dilakukan melalui Corporate Social Responsibillity (CSR) sebesar Rp50 juta yang diserahkan Manajer Komunikasi PT PLN UIP Abdul Azis Laadjila, kepada ketua kelompok Usaha Bunga Tani Duskar Dusun Keranjang, La Yapi.

"Bantuan diberikan bagi kelompok usaha bunga tani dengan usaha Minyak Atsiri dalam bentuk penambahan ketel penyulingan untuk produksi, pengurusan perizinan, pendaftaran merk usaha, pembuatan kemasan dan sarana pemasaran," kata Abdul Azis Laadjila, Kamis (2/1/2020).

Ia mengatakan, PLN berupaya mendorong perkembangan UMKM di sekitar proyek dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis usaha mandiri.

"Ke depan jika usaha ini semakin berkembang akan dapat menyerap banyak tenaga di sekitarnya. Ke depan PLN akan menambah mitra binaan, agar usaha mandiri yang dilakukan masyarakat bisa bertahan dan berkembang di pasar yang lebih luas lagi, " ujarnya.

Dia menjelaskan, usaha tersebut produksi kelompok Bunga Tani yaitu minyak nilam, minyak serai merah, minyak cengkeh dan minyak kayu putih.

Sebelumnya dalam satu bulan usaha tersebut mampu menghasilkan 25 kg dari berbagai jenis minyak, diharapkan dengan penambahan ketel penyulingan direncanakan bisa menambah dua sampai tiga kali lipat lebih banyak.

Sementara itu, dari segi perizinan untuk menjamin legalitas dan keamanan produk minyak atsiri Duskar, PLN mendorong agar terpenuhi aspek secara hukum serta kesehatan.

Pendaftaran merk juga menjadi bagian yang dikembangkan untuk menjamin keaslian dari produk yang nantinya akan diedarkan secara luas.

Ditambahkannya, kemasan yang masih konvensional tanpa atribut harus diperbarui guna meningkatkan daya tarik masyarakat agar lebih bersaing dengan usaha berbasis pabrik yang serupa.

"Pemasaran juga harus diimbangi dengan perkembangan teknologi dan informasi yang selalu berubah, diharapkan harus dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram guna memperluas jangkauan pemasaran," ujar Abdul Azis.

Baca Juga

error: Content is protected !!