Sekilas Info

KASUS PEMBUNUHAN

Mahasiswi yang Dibunuh dan Dibuang di Semak-semak di Sidoarjo Berasal dari Kepulauan Tanimbar

ANTARA/HO Polresta Sidoarjo Petugas Polresta Sidoarjo melakukan olah tempat kejadian perkara pelaku dugaan pembunuhan.

satumalukuID – Lina Indiani Losepta, 18 tahun, mahasiswi Akper Kerta Cendekia Sidoarjo, yang ditemukan meninggal dunia akibat dibunuh temannya ternyata bukan berasal dari Maluku Utara, tetapi Kepulauan Tanimbar (Maluku Tenggara Barat).

Jenasah Lina, kini telah tiba di Tanimbar untuk proses pemakaman, Kamis (2/2/2020). Kepulangan jenasah difasilitasi oleh kommunitas M1R (Maluku satu Rasa) DPC Sidoarjo - Jatim dengan menerbangkannya dengan pesawat Lion Air.

Kemudian berlanjut dengan naik speed boat menuju Pelabuhan. Banyak warga berkumpul di pelabuhan ingin menyampaikan rasa duka sekaligus mengetahui kisah pembunuhan pada mahasiswi asal Kepulauan Tanimbar itu.

Seperti diketahui, mayat Lina terungkap setelah ditemukan di semak-semak kawasan pergudangan di Lingkar Timur Sidoarjo. Polisi Polresta Sidoarjo Jawa Timur kemudian menangkap pelaku pada Selasa (31/12/2019).

Semula polisi menyebut Lina berasal dari Maluku Utara tapi setelah ditelusuri lebih jauh ternyata berasal dari Tanimbar, Maluku.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur, Kombespol Zain Dwi Nugroho di Sidoarjo, Rabu (1/1/2020) mengatakan setelah menerima laporan tersebut, petugas kemudian melakukan pencarian terhadap pelaku.

"Pelaku yang berhasil ditangkap tersebut berinisial M yang merupakan teman korban," ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus ini berasal dari temuan mayat korban bernama Lina Indiani Losepta, 18 tahun, mahasiswi Akper Kerta Cendekia Sidoarjo, asal Maluku Utara.

"Melalui keterangan dari saksi yang juga pemilik kos korban, bahwa pada 28 Desember 2019 siang Lina dijemput temannya bernama M (inisial pelaku) dengan mengendarai mobil. Sejak itu keterangan dari pemilik kos Lina dan temannya tersebut tidak kembali lagi," katanya.

Kemudian, kata dia, esok harinya pada 29 Desember 2019, keluarga Lina melapor ke Polresta Sidoarjo terkait hilangnya yang bersangkutan. Setelah itu pada 31 Desember 2019 Polresta Sidoarjo menerima laporan terkait penemuan mayat di kawasan pergudangan Lingkar Timur Sidoarjo.

"Dari hasil identifikasi dan kecocokan ciri-ciri khusus oleh pihak keluarga, ternyata benar bahwa mayat tersebut adalah Lina Indiani Losepta," ujarnya.

Dari informasi yang sudah diperoleh, kata dia, tim Satreskrim Polresta Sidoarjo bergerak cepat memburu M yang juga teman kuliah korban dan berhasil ditangkap di Sepande.

"M mengakui bahwa dirinya yang telah membunuh Lina karena sakit hati," katanya.

Dari situlah, kata dia, sesuai keterangan pelaku pada Sabtu (28/12/2019), pelaku dan korban pergi ke Bangil untuk ambil laptop milik korban. Tetapi sampai Bangil tidak jadi mengambil laptop, hanya berkeliling kota saja kemudian balik ke Sidoarjo.

"Di kawasan Kahuripan Nirwana inilah peristiwa pembunuhan terjadi. Saat korban minta diantarkan pulang ke kos, si pelaku tidak mau dan malah melakukan pencekikan leher korban hingga meninggal," katanya.

Mengetahui temannya korban tak bernyawa, kata dia, M pun panik dan membuang jasad Lina ke semak-semak kawasan pergudangan di Lingkar Timur Sidoarjo.

"Dan sebelum membuat mayat temannya, pelaku melucuti pakaian yang dikenakan korban dan membuang HP milik korban," katanya.

Baca Juga

error: Content is protected !!