Sekilas Info

PEMECATAN POLISI

Terlibat Kasus, Dua Perwira Polisi Polda Maluku Dipecat Bersama 18 Anggota Lainnya

satumalukuID – Polda Maluku melakukan pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dua perwira polisi yakni Komisaris Polisi Leonard Ihalauw dan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syariefuddin.

Selain kedua perwira polisi tersebut, pemecatan juga dilakukan terhadap 18 anggota polisi lainnya dengan variasi kepangkatan mulai dari Brigadir, Bripka dan Briptu.

“Dari 20 anggota Polri yang dikenakan sanksi PTDH, tujuh orang diantaranya sudah dipecat sejak Januari 2019 dan 17 anggota lainnya dipecat hari ini,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat, Senin (30/12/2019).

Mereka yang terkena sanksi PTDH melalui upacara resmi di Polda Maluku sebanyak sembilan orang dan empat lainnya di Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease dan Polres Seram Bagian Barat, dan Polres Maluku Tengah.

"Surat keputusan PTDH mereka ditandatangai oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian karena berbagai pelanggaran, mulai dari disersi lebih dari 30 hari berturut-turut, kasus narkoba, nikah berulang kali tanpa izin, hingga penyalahgunaan senpi," jelas Kabid Humas.

Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa di Ambon menegaskan PTDH adalah berbagai pelanggaran yang sudah sangat keterlaluan dan itu keinginan mereka sendiri. “Contohnya lari belut menghilang di hutan dan gunung-gunung alias disersi dan itu sudah menjadi keinginan dan pilihannya jadi kita salurkan," tegasnya Senin.

Daripada mereka menjadi benalu atau parasit bagi institusi, terutama para anggota yang baik-baik maka para pembuat pelanggaran berat ini di-PTDH-kan sesuai mekanisme yang berlaku di institusi Polri.

Menurut Kapolda, langkah ini merupakan sebuah konsekwensi supremasi hukum yang harus ditegakkan daripada merusak atau mempengaruhi anggota lain yang masih baik.

Rata-rata para anggota Polri di jajaran Polda Maluku yang terkena sanksi PTDH ini telah membuat pelanggaran sejak tahun 2015 hingga 2017 lalu.

"Saya bersyukur di tahun 2019 ini terjadi penurunan angka pelanggaran yang dilakukan anggota Polri dan mereka yang terkena PTDH sudah sejak lama," tegas Kapolda.

Baca Juga

error: Content is protected !!