Sekilas Info

PENTAHBISAN GEREJA

Gereja Taman Hoea Negeri Ulath Beilohy Amalatu Diresmikan setelah Dirobohkan Tahun 2014 Lalu

Antara/John Nikita S Suasana proses peresmian Gereja Taman Hoea, Negeri Ulath, Beilohy Amalatu, Kecamata Saparua Timur, Maluku Tengah.

satumalukuID - Setelah dirobohkan hingga rata dengan tanah untuk dibangun kembali pada tahun 2014, Gereja Taman Hoea yang sebelumnya bernama Syalom di Negeri (Desa) Ullath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, diresmikan pada Selasa (24/12/2019).

Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku, Pdt. AJ.S. Werinussa, Gubernur Maluku Murad Ismail dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Thomas Pentury bersama-sama meresmikan gereja di negeri yang disebut Beilohy Amalatu itu.

Gubernur saat menyampaikan sambutan mengungkapkan rasa syukur karena acara peresmian dihadiri oleh umat Kristiani dan Muslim.

"Itu menunjukkan toleransi dan kerukunan masyarakat Maluku sangat tinggi dan sesuai status Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa gereja bukan sekadar tempat beribadah, melainkan juga pusat pembangunan rohani dan karakter umat.

"Gereja ini mungkin yang termewah di seluruh Maluku. Karena itu sangat sayang kalau jemaat yang beribadah sedikit. Lebih baik gereja tanpa dinding tetapi jemaat yang beribadah sangat banyak," katanya, disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua MPH GPM, A.J.S Werrinussa dalam sambutannya menyatakan bahwa Gereja Taman Hoea di Negeri Ullath layak diusulkan sebagai pusat kerohanian umat Kristen bersama Gereja Maranatha (Pusat) dan Gereja Joseph Kam di Kota Ambon.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Keluarga Chandra-Pical yang telah membangun gereja untuk diserahkan kepada GPM dan dimanfaatkan oleh jemaat di Negeri Ullath.

Peresmian gedung Gereja Taman Hoea juga dihadiri oleh Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Kapolda Maluku Royke Lumowa, Pangdam Pattimura Marga Taufik, Rektor Unpatti Stevanus Sapteno, serta para Ulupati dan pejabat negeri.

Penulis: John Nikita S/ant
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!