Sekilas Info

PENTAHBISAN GEREJA

Gereja Taman Hoea Negeri Ulath Beilohy Amalatu Bergaya Arsitektur Romawi-Lokal

Jhon Nikita S Suasana proses peresmian Gereja Taman Hoea, Negeri Ulath, Beilohy Amalatu, Kecamata Saparua Timur, Maluku Tengah.

satumalukuID - Ketua Panitia Pembangunan Gereja Taman Hoea Robby Sapulette menjelaskan bahwa Gereja Taman Hoea dibangun lagi mulai Juli 2014.

Awalnya, Majelis Jemaat GPM Syalom Ullath merancang renovasi gedung gereja yang sudah usang itu dengan anggaran Rp3,5 miliar. Tetapi setelah diperhitungkan kembali, estimasi biaya pembangunannya naik menjadi Rp15 miliar.

Baca Juga:

Suami-isteri pengusaha Agung Dewa Chandra dan Maria Pical menyatakan komitmen sebagai donatur tunggal untuk pembangunan gereja.

Konsep renovasi gedung gereja kemudian diputuskan diubah menjadi pembangunan gedung gereja baru dengan anggaran biaya Rp31 miliar.

"Dari situ, gereja lama pun dirobohkan total pada Juli 2014 dan dilakukan peletakan batu pertama pada bulan September 2014," kata Robby.

Menurut dia, bangunan utama gedung Gereja Taman Hoea dibangun dengan model arsitektur Romawi, sedang bagian atap yang dirancang menyerupai Bait Allah yang dibangun Raja Salomo (Sulaiman) dibangun dengan memasukkan unsur lokal.

Maria Chandra-Pical mengatakan bahwa sejak peletakan batu pertama pada 7 September 2014, perjalanan pembangunan gedung Gereja Taman Hoea (baca Taman Hu atau Taman Allah) tidak mengalami kendala apapun.

Ia mengatakan, "hanya dengan penyertaan Tuhan seluruh pekerjaan selama lima tahun dan tiga bulan dapat terlaksana dengan baik".

Maria, yang akrab disapa Merry, juga mengutip ayat Alkitab yang menyatakan, "Jika bukan Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah orang yang mendirikannya."

Penulis: Jhon Nikita S
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!