Sekilas Info

KASUS KORUPSI

Mantan Direktur PDAM Kabupaten Maluku Barat Daya Kembalikan Uang 12 Juta saat Jalani Sidang

Daniel Leonard Majelis hakim tipikor Ambon, dipimpin Rony Felix Wuisan dan didampingi Jenny Tulak serta Bernard Panjaitan selaku hakim anggota sementara memeriksa dua dari empat saksi atas terdakwa Jansen Leunupun, mantan Direktur PDAM Kabupaten Maluku Barat Daya dalam kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal.

satumalukuID - Mantan Direktur PDAM Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD), Jansen Leunupun yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi mengembalikan uang Rp12 juta kepada jaksa penuntut umum (JPU)  dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon.

"Dalam persidangan sebelumnya, klien kami juga telah mengembalikan uang sebesar Rp100 juta dalam persidangan ditambah pengembalian Rp50 juta saat proses penyidikan," kata penasihat hukum terdakwa, Moritz  Latumeten, di Ambon, Rabu.

Sehingga total dana yang telah dikembalikan kliennya sudah mencapai Rp162 juta dan itu sesuai fakta persidangan.

Untuk pengembalian uang Rp12 juta ini dilakukan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim tipikor Ambon, Ronny Felix Wuisan didampingi Jimmy Wally dan Bernard Panjaitan selaku hakim anggota dengan agenda pembacaan tanggapan JPU Kejari Maluku Barat Daya, Taufik Purwanto atas pembelaan penasihat hukum.

"Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini bisa mempertimbangkannya dan dapat mengurangi masa hukuman terdakwa yang dituntut jaksa selama 5,6 tahun penjara," katanya.

Dalam persidangan sebelumnya, mantan Direktur PDAM Kabupaten MBD ini dituntut 5,6 tahun penjara, denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan serta membayar uang pengganti senilai Rp597 juta subsider enam bulan kurungan.

Terdakwa dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 ayat (1) huruf A UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Mantan Direktur PDAM Kabupaten MBD ini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal tahun anggaran 2014 hingga 2016 yang menimbulkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp597 juta.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!