Sekilas Info

PERMAINAN TRADISIONAL

Lengkalileng, Lemon Nipis, dan Domikado Dihidupkan Lagi untuk Anak PAUD di Kota Ambon

FOTO; Humas Pemkot Ambon Anak-anak PAUD memainkan permainan tradisonal Lengkalileng dalam acara Gebyar PAUD di Pattimura Park, Kota Ambon, Jumat (6/12/2019).

satumalukuID – Permainan tradisional yang biasanya dimainkan anak-anak di Maluku pada masa 1960-an hingga 1990-an, seperti Lengkalileng, Lemon Nipis, Domikado, Sekolah batu dan Pak Polisi, kembali dihidupkan untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Permainan tradisional yang memiliki nilai kekeluargaan, kerjasama tim dan kebersamaan itu disosialisasikan dalam acara Gebyar PAUD 2019, di Pattimura Park, Kota Ambon, Jumat (6/12/2019). Tujuannya agar anak-anak milenial tak hanya berkuatat sendirian dengan gadget semata, tetapi tetap hidup bersosialisasi dengan kawan-kawan lain dan tetap menjaga khasanah budaya local.

Bunda PAUD Kota Ambon Debby Louhenapessy ikut menyatu dengan anak-anak PAUD yang terlihat sangat menikmati berbagai permainan yang dilakoni anak-anak PAUD. Dia juga sempat membubuhkan tandatangan spanduk PAUD mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru mengatakan permainan tradisional yang menjadi permainan wajib anak-anak hingga era 90an adalah permainan yang bersifat edukatif.

“Permainan yang mengutamakan kekompakkan, kerjasama, saling menghargai, mendidik mereka untuk bagaimana mampu bersosialisasi dengan baik,” lanjut Sekkot.

Sementara itu, Kepala Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy, menambahkan, selain memperkenalkan permainan-permainan tradisional kepada anak-anak, kegiatan Gebyar PAUD juga dilakukan dalam rangka mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO.

Penulis: M-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!