Sekilas Info

KASUS PIDANA

Pembibitan Ganja di Gunung Lahati Tamilouw dan 4 Kasus Pidana Lain Diekspos Polres Maluku Tengah

Foto: Res Malteng Kapolres Maluku Tengah AKBP Hendrik Purwono didampingi Wakapolres Kompol Deddy Aditya Putra serta Kasat Reskrim AKP Syahirul Awab saat ekspos lima kasus kejahatan di Mapolres Maluku Tengah, Kamis (5/12/2019).

satumalukuID – Kasus pidana pembibitan ganja yang dilakukan oleh Trikarna Lewenusa dan Rosian Anwar diungkap Polres Maluku Tengah pada ekspos lima kasus kejahatan di Mapolres Maluku Tengah, Kamis (5/12/2019). Kedua pelaku melakukan pembibitan barang haram ini di gunung Lahati Negeri Tamilow, Kecamatan Amahai.

Ekspos lima kasus yang menarik perhatian masyarakat dipimpin Kapolres Kapolres Malteng AKBP Hendrik Purwono didampingi Wakapolres Kompol Deddy Aditya Putra, serta Kasat Reskrim AKP Syahirul Awab.

Menurut Kapolres, pelaku berhasil diringkus petugas saat hendak menyiram tanaman ganja yang di taksir telah berumur 6 bulan dengan tinggi pohon sekitar 5 cm. Anggota SatNarkoba Polres Malteng meninjau lokasi dan menemukan 39 pot anakan ganja.

“Pemasoknya sedang kita kejar dan kami akan bekerja keras untuk segera menangkap yang bersangkutan,” ujar Kapolres.

Kedua tersangka diancam dengan pasal 111 Undang Undang 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dua kasus lain di antaranya adalah tindak pidana pencurian. Untuk kasus ini, ada dua pelaku yang dihadirkan yakni Evan Rajapane  yang melakukan pencurian di rumah warga dan mengambil satu buah laptop dan hanphone merk Samsung.

Satunya lagi adalah Abdul Papalia yang melakukan pencurian uang dalam jok motor di dua lokasi yang berbeda yakni samping Pujasera Pasar Binaiya Masohi dan di depan Swalayan Toko Beta.

“Kedua pelaku dikenakan pasal 363 ayat 2 KUHP pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun,” kata Kapolres.

Satu kasus penganiayaan juga diekspos yakni tersangka Muh Syawal Lapalelo yang melakukan penganiayaan kepada korban Irfan Ode. Pelaku dikenakan pasal 351 ayat 1 tindak pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Sedangkan kasus pemerasan yang diungkap melibatkan dua tersangka yakni Yohana Talarima bersama Jhon S Pattipelohy, yang memeras Raja Maneo dengan barang bukti uang sebesar Rp 9,5 juta.

“Modus pelaku datang menyampaikan kepada korban bahwa mereka dari Tim LPPNRI, meminta laporan pertanggung jawaban ADD tahun 2017, dengan alasan banyak temuan dan meminta sejumlah uang jika perkaranya selesai, sementara ADD Maneo sudah kami cek dan tidak ada masalah,” ungkap Purwono.

Penulis: M-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!