Sekilas Info

JEMBATAN RUMADIAN

Dana Rp500 Juta Pemprov Maluku Tak Cukup Biayai Jembatan Rumadian yang Ambruk Diganti Permanen

Siprianus Yanyanan Jembatan Rumadian di Maluku Tenggara yang ambruk dan akan diperbaiki .

satumalukuID - Bupati Maluku Tenggara Taher Hanubun mengapresiasi keputusan DPRD Maluku dan Pemprov Maluku melalui Dinas PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk perbaikan jembatan Rumadian yang ambruk.

Namun dia menilai dana tersebut hanya untuk perbaikan sementara. Padahal yang diinginkan adalah penggantian jembatan secara permanen.

"Saya mengapresiasi kebijakan tersebut, tetapi dengan anggaran Rp500 juta berarti hanya perbaikan sementara saja. Seharusnya jembatannya dibangun baru secara permanen mengingat konstruksi jembatan yang roboh sudah sangat tua," kata Thaher di Ambon, Selasa (3/12/2019).

Menurut Bupati Thaher, jembatan penghubung desa Rumahdian dan Dian Darat yang ambruk pada Sabtu (30/11/2019) sangat strategis sebagai penghubung bagi masyarakat di dua kecamatan yakni Manyeuw dan Kei Kecil Barat (KKB).

Kerangka jembatan tersebut dulunya digunakan pada jembatan Watdek yang menghubungkan Pulau Dullah di Kota Tual dan Pulau Kei Kecil di Kabupaten Maluku Tenggara dan melintas di atas selat Rosenberg.

Setelah jembatan Watdek dibangun dengan konstruksi baru pada 26 tahun lalu, maka jembatan tipe Bailey tersebut dipindahkan dan dijadikan jembatan penghubung antara Rumadian dan Dian Darat pada 1993.

"Ternyata saat digunakan sebagai jembatan penghubung dua kecamatan, kerangkanya hanya dicat ulang untuk menutupi karatan. Saat roboh saya langsung laporkan kepada provinsi karena jembatan tersebut menjadi tanggungjawab Pemprov," ujarnya.

Dia berharap Dinas PUPR Maluku dapat membuat perencanaan ulang terhadap jembatan tersebut karena keberadaannya sangat vital sebagai penghubung antarkampung dan antardesa di pesisir barat Pulau Kei Kecil.

"Jembatan ini sangat vital dan semua warga yang bermukim di pesisir barat Pulau Kei Kecil melewati jembatan tersebut. Apalagi saat ini jembatan penghubung dari Desa Tethoat ke Dian Darat juga belum tersambung, sehingga semakin menyulitkan aktivitas warga," katanya.

Taher menambahkan, robohnya jembatan tersebut membuat masyarakat yang selama ini memanfaatkannya, terpaksa harus beraktivitas mengunakan perahu ketinting.

"Warga Dian Pulau kalau menjual ikan ke Kota Tual dan Langgur melewati jembatan tersebut, tetapi sekarang harus mengunakan ketinting atau perahu dengan biaya lebih besar, sehingga kemungkinan berdampak harga ikan juga akan mengalami kenaikkan," ujarnya.
Pewarta : Jimmy Ayal

Penulis: Jimmy Ayal
Editor:Redaksi

Baca Juga