Sekilas Info

AKSI WARGA PAPUA

Mahasiswa Papua di Ambon Demo HAM, Masyarakat di Jayapura dan Manokwari Sukacita Sambut Natal

ANTARA FOTO/Gusti Tanati/ama.. Warga menggunakan topi sinterklas saat menghadiri pameran pohon natal dari bahan limbah dalam rangka menyambut Natal di Taman Imbi, Jayapura, Papua, Minggu (1/12/2019). Pohon Natal tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan plastik, botol minuman dan jenis minuman kaleng.

satumalukuID – Sejumlah mahasiswa asal Papua di Kota Ambon melakukan aksi demo bersamaan peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka, di depan Gong Perdamaian Ambon, Minggu (1/12/2019). Dalam aksi sesaat yang kemudian dibubarkan aparat kepolisian, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan.

Dalam tuntutannya, mahasiswa menyerukan upaya untuk dapat menentukan nasibnya sendiri melalui referendum. Para mahasiswa juga mendukung keanggotaan United Liberation Movement Of West Papua (ULMWP) di Melanesia Spearhead Group, Pasific Island Forum dan memperjuangkan keanggotaan ULMWP di PBB.

“Kami juga meminta agar puluhan tahanan politik asal Papua dibebaskan dan kami juga minta agar aparat militer dan non militer ditarik dari tanah Papua,” kata para mahasiswa.

Dalam tuntutannya, para mahasiswa yang menamakan diri Komite Perjuangan Untuk Demokrasi dan HAM juga mengecam adanya dugaan pelanggaran HAM di tanah Papua yang dilakukan oleh aparat TNI Polri. Mahasiswa juga meminta adanya jaminan kebebasan informasi, berekspresidan berorganisasi bagi warga papua.

“Menyerukan kepada dunia internasional untuk membangun konsolidasi solidaritas perjuangan hak menentukan nasib sendiri bagi warga Papua,” kata mahaiswa.

SAMBUT NATAL

Sementara itu, pada hari yang sama di Jayapura, Papua, sejumlah warga yang berdomisili di Kota Jayapura, Provinsi Papua menampilkan 400 pohon natal hasil daur ulang sampah mewarnai momentum gerbang Natal portnumbay yang berlangsung di Taman Imbi.

Tak hanya pohon Natal, remaja hingga anak-anak juga menampilkan pakaian hasil olahan beragam sampah plastik di depan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano beserta para forkompimda kota setempat yang hadir pada momentum akbar ini.

Pakaian dari daur ulang sampah itu beragam diantaranya jas, gaung, dan topi. Beragam sampah yang didaur ulang diantaranya kantong plastik, botol plastik dan karung goni.

"Hari ini warga Jayapura memamerkan pohon Natal berbahan daur ulang beragam sampah, dan Kota Jayapura kembali meraih rekor muri daur ulang sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Ketty Kailola.

Menurut Ketty, sampah yang berhasil dikumpulkan oleh warga untuk didaur ulang di bank sampah Kota Jayapura sebanyak lima ton. Dari lima ton sampah plastik yang dikumpulkan, didaur ulang menjadi pohon natal, dan beragam busana pakaian yang terbuat dari sampah plastik.

Parade Santa Claus di Manokwari, Papua Barat, menyambut Hari Natal 2019. (Antara/Toyiban)

Sementara itu pada saat yang sama, di Manokwari, Kodim 1801/Manokwari, Papua Barat, menggelar Parade Santa Claus untuk menyongsong suka cita hari raya Natal tahun 2019 di daerah tersebut.

Parade ini dilakukan dengan berkonvoi menggunakan kendaraan yang dihias dengan berbagai ornamen seperti pohon natal, instrumen musik natal dan lampu hias. Peserta pun tampil mengenakan santa claus, piet hingga malaikat

"Ini bentuk suka cita, rasa syukur atas kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Seperti kata bapak gubernur, kita jaga Manokwari sebagai rumah kita bersama," kata Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf Juniras Lumban Toruan di sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, peserta dalam parade ini terdiri dari berbagai elemen. Selain denominasi gereja, instansi pemerintah serta kalangan pendidikan juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.

"Dari awal memang kita buka pendaftaran secara umum, siapa pun boleh ikut baik instansi atau lembaga maupun perseorangan. Prinsip kami lebih banyak lebih baik, supaya lebih meriah dan suasana Natal biasa membuat kita semua saling kasih serta menjaga antara satu dengan yang lain," kata Dandim lagi.

Ia mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar konvoi. Peserta dengan hiasan terbaik akan mendapat bingkisan atau hadiah.

"Kita berikan hadiah dari juara 1,2 dan 3 hingga harapan 1,2 dan 3. Jangan lihat dari nilainya karena tidak seberapa. Tapi intinya, mari bersuka cita menyambut sang juru selamat dan menjaga Manokwari agar selalu aman dan kondusif," ujarnya lagi.

Lumban menegaskan bahwa, tidak ada keterkaitan antara kegiatan tersebut dengan politik. Ia pun berharap tidak ada pihak yang mengait-ngaitkanya.

"Ini ungkapan suka cita menyambut Natal 2019, tidak ada paksaan bagi peserta kita buka lebar kepada siapapun yang mau ikut. Puji Tuhan, pesertanya pun sangat banyak," kata dia lagi.

Baca Juga