Sekilas Info

PEMBOBOLAN BNI AMBON

Bareskrim Mabes Polri Bantu Proses Penyidikan Kasus Pembobolan 59,9 Miliar Rupiah BNI Ambon

Daniel Leonard Barang bukti uang hasil pembobolan nasabah BNI Ambon saat diekspos oleh Polda Maluku, beberapa waktu berselang.

satumalukuID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ikut membantu proses penyidikan kasus tindak pidana perbankan dan pencucian uang yang melibatkan sejumlah pimpinan Bank BNI di Ambon,

"Bareskrim memberikan asistensi dan supervisi kepada proses penyidikan yang tetap dilakukan oleh penyidik dari Polda Maluku," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/11/2019)

Sejauh ini, penyidik di Polda Maluku sudah menetapkan enam tersangka dalam kasus yang merugikan Bank BNI senilai Rp58,9 miliar. Mereka adalah Faradiba, Soraya Pellu, Chris Lumalewang, Josep Maitimu, Marice Muskitta dan Callu. Mereka umumnya adalah kalangan internal BNI, kecuali Soraya Pellu.

Dalam kasus ini, tersangka berinisial Faradiba Jusuf yang bekerja sebagai Kepala Bidang Pemasaran BNI Cabang Ambon menawarkan investasi yang tidak tercatat secara resmi di bank BUMN itu sehingga merugikan nasabah.

Pelaku juga menghubungi pengusaha-pengusaha potensial di Maluku untuk menginvestasikan dananya ke BNI dengan iming-iming mendapat cashback menggiurkan.

Dalam aksinya, Faradiba dibantu anak angkatnya Soraya Pellu serta empat Kepala Cabang Pembantu BNI di Tual, Masohi, Dobo dan Mardika.

Kombes Pol Asep Adi Saputra juga menegaskan penyidik masih mengembangkan kasus itu untuk mencari pihak-pihak lain yang terlibat.

Baca Juga