Sekilas Info

GIZI BURUK DI BULA

Dua Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD Bula SBT Telah Diizinkan Pulang ke Rumah, Satu Anak Lain Meninggal

Foto ilustrasi potret anak gizi buruk di Indonesia

satumalukuID - Dua anak penderita gizi buruk Ririn Febriyanti Arey (11) dan Maulana Daeng Praty (sembilan bulan)yang dirawat di RSUD Bula, Seram Bagian Timur telah dizinkan pulang ke rumah oleh tim medis setempat. Selama perawatan di RSUD Bula mereka telah diberikan asupan gizi sehingga bisa kembali pulih.

Satu penderita gizi buruk lain di RSUD Bula yakni Muhammad Tamsil (7) meninggal dunia pada Minggu (17/11) pukul 00.05 WIT. Korban meninggal lantaran menderita gizi buruk yang cukup parah.

Kadis Kesehatan Maluku, Meykal Ponto di Ambon, Rabu (27/11/2019) mengatakan berdasarkan pengecekan petugas RSUD Bula, Ririn Febriyanti Arey dan Maulana Daeng Praty menjalani perawatan sejak 16 November 2019,.

Sebelum dirawat di RSUD Bula, keduanya telah ditangani tenaga medis di Puskesmas Desa Bula dan setelah menjalani perawatan dengan diberikan asupan gizi.

Sayangnya, menurut Meykal, satu penderita gizi buruk di RSUD Bula yakni Muhammad Tamsil (7) warga Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT meninggal dunia pada Minggu (17/11) pukul 00.05 WIT. Anak dari Abdul Patiekon dan Nuryati Patiekon ini, meninggal setelah mengalami perawatan intensif selama sehari penuh di RSUD Bula.

Dia mengemukakan, penderita gizi buruk sebenarnya penyebab bukan hanya karena asupan makanan harus bergizi, tetapi banyak faktor.

"Jadi para ibu hendaknya memperhatikan asupan gizi para anak, kebersihan lingkungan dan lainnya sehingga tidak mudah terserang penyakit tersebut," kata Meykal.

Sebelumnya, anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten SBT, M. Fauzan Husni mengemukakan, sedikitnya tiga orang warga di daerah itu meninggal dunia dan hampir seratusan orang lainnya dalam kondisi sakit akibat terserang wabah diare dan gizi buruk.

"Sesuai laporan yang saya terima dari Puskesmas Pembantu Desa Kilmuri, ada satu korban lagi yang meninggal dunia sehingga jumlah warga yang meninggal dunia sudah mencapai tiga orang sejak terserang wabah tersebut pekan lalu," katanya.

Awalnya yang muncul adalah wabah diare atau muntaber tetapi setelah melalui pemeriksaan intensif, dokter menyatakan ada balita yang juga terserang penyakit gizi buruk di seputaran Bula serta Kecamatan Kiandarat.

Penulis: Alex Sariwating
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!