Sekilas Info

MITIGASI BENCANA

Warga Jemaat GPM Sumber Kasih di Negeri Suli Diberi Pemahaman Menghadapi Bencana Gempa Bumi

FOTO: JImmy Ayal Peneliti Geofisika dari Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon memberikan sosialisasi tentang kegempaan kepada Jemaat GPM Suli, Pulau Ambon, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Minggu (24/11/2019).

satumalukuID – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) di Negeri Suli, Pulau Ambon, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, seusai Ibadah Hari Minggu (24/11/2019) diberi  pemahaman untuk memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana menyusul gempa bumi magnitude 6,5 yang terjadi 26 September 2019 lalu.

Sosialisasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku ini dilaksanakan di Gereja Sumber Kasih untuk warga Suli serta di gereja darurat Jemaat Suli-Banda.

Pada waktu yang sama, selain di Negeri Suli, BPBD yang menggandeng sejumlah ahli kebencanaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), juga menggelar sosialisasi di Waitatiri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

"Sosialisasi tentang kebencanaan ini terus digencarkan dengan tujuan memberikan pendidikan dan pemahaman tentang kondisi terkini pascagempa yang melanda Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB), 26 September 2019," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maluku, Farida Salampessy.

Menurut Farida sosialisasi dengan melibatkan para pakar di bidangnya perlu terus digalakkan, guna meningkatkan pemahaman tentang kebencanaan terutama gempa bumi dan tsunami, sehingga dapat menghilangkan rasa takut dan trauma akibat peristiwa sebelumnya.

"Saat ini sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi, terutama yang rumahnya tidak rusak, sudah mulai kembali dan tidak lagi merasa takut," katanya.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Kasie Pencegahan, BPBD Maluku, Freta Julien Kayadoe saat bersosialisasi di Gereja Sumber Kasih, lebih banyak menceritakan hal-hal praktis tentang bencana gempa dan tsunami agar mudah dimengerti anggota jemaat.

Lebih dari 20 menit Freta bersama Peneliti muda Geofisika P2LD LIPI, Cahya Damayanti lebih banyak berbagi cerita tentang gempabumi dan kiat-kiat menghadapinya. Semua anggota jemaat terlihat antusias dan serius mendengarkan penjelasan yang diberikan.

"Kami lebih banyak menyampaikan hal-hal praktis dibanding masalah teknis, sehingga warga lebih muda mengerti dan memahaminya serta tidak panik, sekaligus menghilangkan rasa takut dan trauma yang dirasakan selama ini," kata Freta Julien.

Ketua Majelis jemaat Suli, Pendeta Ody Ririmase mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BPBD bersama LIPI Ambon, sebagai salah satu upaya meredam ketakutan dan trauma warga akibat gempabumi yang hingga kini masih dirasakan guncangannya.

"Walaupun guncangan gempanya sudah dalam skala kecil, tetapi setidaknya mempengaruhi kondisi psikologi masyarakat. Karena itu sosialisasi seperti ini perlu terus ditingkatkan dan menjangkau seluruh komponen masyarakat, terutama di daerah-daerah terdampak," katanya.

Penulis: Jimmy Ayal/M-5
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!