Sekilas Info

LEGEND

80 Tahun Sang Legend Bob Tutupoly Ditandai Konser Artis Ibukota

satumalukuID - Bob Tutupoly adalah legenda hidup musik Pop Indonesia. Dia merupakan penyanyi empat jaman, orde lama, orde baru, reformasi dan pasca reformasi yang masih eksis.

Pada 13 November 2019 lalu, Nyong Ambon kelahiran Surabaya ini berulangtahun ke-80. Badannya masih segar, walau daya ingatnya mulai berkurang.

Bersamaan dengan usianya yang telah menginjak 80 tahun ini, akan digelar konser music 80 th Celeberation Bob Tutupoly, di The Palas, SCBD, Jakarta pada Sabtu (29/11/2019).

Sejumlah artis beken dipastikan tampil pada konser yang diinisasi Barry Likumahuwa Collective tersebut. Mereka antara lain Trio Lestari, Margie Siegers, Andien, Yura Yunita, Iwa K, Saykoji, Hindia, Mondo Cascaro, Dira Sugandi dan Vina Panduwinata.

Kisah sang legenda yang bernama lengkap Bobby Willem Tutupoly di blantika ini cukup menarik. Bob lahir sebagai anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan perantau asal Maluku Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane.

Sejak kecil bakat seni Bob memang diwariskan dari kedua orang tua, ayahnya adalah pemain suling dan ibunya merupakan penyanyi di gereja.

Mengutip dari Wikipedia, saat duduk di bangku SMA, Bob diajak bergabung dalam Kwartet Jazz di RRI Surabaya oleh Didi Pattirane. Bersama Didi Patirane, Bob juga merekam lagu-lagu daerah Maluku, seperti Mande-mande, Sulie, dan Donci Bagici. Rekaman tersebut difasilitasi oleh perusahaan rekaman milik negara, Lokananta.

Pada masa-masa itu, Bob juga diminta bergabung dengan Chen Brohers (Bubi Chen, Nico, Jopie Chen, dan Frans) untuk mengisi acara dansa kalangan atas. Bob Tutupoly pernah tergabung di dalam Band Bhinneka Ria bersama dengan Bubi Chen, Loudy Item, Award Seweileh, Marius Diaz, Hasan Alamudin, dan Yusmin. Band ini berhasil menjuarai festival band di Surabaya dan festival Band se-Jawa di Jakarta.

Band Bhinneka Ria sempat bermain bersama Trio Los Pancos dan merekam lagu Oto Bemo, Kopral Jono, dll. bersama dengan Jack Lesmana pada tahun 1960. Ketika berkuliah di Bandung, Bob tergabung dalam grup Cresendo pimpinan Yongki Nusantara yang sering tampil di hotel, seperti Hotel Homman dan Bumi Sangkuriang serta beberapa klub malam kota Bandung.

Pada tahun 1963, band The Riders meminta dirinya menggantikan vokalis mereka saat itu, Bill Saragih, yang bekerja di Thailand. Bersama The Riders, Bob dapat tampil di Nirwana Super Club, Hotel Indonesia sebanyak 15 kali dalam sebulan. Bob tidak hanya sering tampil di Hotel Indonesia, tetapi juga di TVRI dan tempat-tempat lain yang mengundangnya.

Belakangan, Enteng Tanamal, pemimpin Band Panca Nada, mengajak Bob untuk merekam lagu-lagu Natal bersama Pattie bersaudara di Remaco. Selanjutnya, Bob pun mulai merekam berbagai lagu seperti Gunung Seribu Janji, Tak Mungkin Kulupa, Tiada Maaf Bagimu, dan Batu Nisan.

Ia tidak hanya tampil di dalam negeri tetapi juga di Malaysia, Singapura, dan Hongkong. Pada tahun 1966-1969, ia meraih predikat sebagai Penyanyi Kesayangan Siaran ABRI. Selain itu, ia juga dianugrahi golden records (piringan emas) karena hasil penjualan piringan hitamnya laku di pasaran].

Pada tahun 1969, Bob Tutupoly pindah ke Amerika Serikat atas tawaran dari grup Venturas (grup yang berisi orang Indonesia dan bermarkas di Los Angeles) yang berjanji akan mencarikan produser dan melakukan rekaman di negara tersebut. Sayangnya kedua hal tersebut tidak terwujud dan Bob malah bekerja paruh waktu di Yamaha Buena Park dan bergabung dengan The Midnighters untuk bernyanyi di San Fransisco dan Los Angeles.

Bob pun akhirnya berpindah ke Las Vegas untuk bernyanyi di klub malam dan kasino-kasino yang ada di sana. Di sana, ia sempat merekam beberapa lagu seperti Hello LA dan Bye-Bye Birmingham yang tidak diedarkan.

Di kota ini pula, ia bertemu dengan Haryono, Direktur Utama Pelita (anak perusahaan Pertamina) yang memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi public relation dan penyanyi di Restoran Ramayana. Restoran itu merupakan restoran Indonesia yang didirikan oleh Pertamina di New York dan berfungsi sebagai agen promosi wisata Indonesia.

Bob pun pernah menduduki jabatan sebagai pemimpin restoran tersebut hingga akhirnya pada tahun 1976, ia kembali ke Indonesia dan merekam lagu Widuri ciptaan Slamet Aryadi. Pada tahun 1978, Bob dan Grace Simon terpilih untuk menjadi wakil Indonesia dalam pertukaran artis ASEAN. Ia juga menjadi pemenang pertama dalam Festival Lagu Populer 1980 dan mewakili Indonesia dalam Festival Internasional di Budakan Hall, Jepang.

Dalam perjalanan karirnya, Bob tidak hanya dikenal sebagai penyanyi dengan banyak album tapi  juga dikenal sebagai Host handal dalam sejumlah program televisi. Bahkan, sahabat almarhum Broery Pesolima ini juga pernah bermain di sejumlah film Indonesia.

Selamat Ulang Tahun Om Bob… GBU

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga