Sekilas Info

LOKALISASI TANJUNG BATUMERAH

Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Tanjung Batumerah untuk PSK 25 November, Kemensos Bantu Fasilitasi

Foto ilustrasi

satumalukuID - Perlahan namun pasti upaya penutupan lokalisasi Tanjung Batumerah terus berjalan. Pemerintah Kota Ambon mengagendakan sosialisasi bagi seluruh pekerja seks komersial (PSK) dan warga sekitar akan dilaksanakan 25 November 2019, setelah memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) akan memfasilitasi kegiatan tersebut.

"Hasil koordinasi Wakil Wali kota Ambon dengan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos akan melakukan sosialisasi sekaligus memfasilitasi proses penutupan lokalisasi," kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Ambon, Kamis (21/11/2019).

Menurut Walikota, sosialisasi akan dilakukan pada 25 November 2019 bagi seluruh pekerja sosial komersial di lokalisasi Tanjung Batu Merah. "Sosialisasi ini terkait pemberdayaan ekonomi bagi PSK, warga sekitar, sekaligus memulangkan PSK yang tidak memiliki KTP Ambon ke daerah asal," ujarnya.

Richard menjelaskan 110 PSK akan dipulangkan ke daerah asal yang terdiri atas enam PSK yang memiliki KTP Ambon dan sisanya dari luar daerah serta tersebar di beberapa kota.

"Sosialisasi tersebut akan dibicarakan terkait pemberdayaan setelah penutupan lokalisasi sekaligus biaya pemulangan ke daerah asal yang semua akan ditanggung pemerintah pusat," katanya.

Tahap awal penutupan lokalisasi dilakukan pada November 2019, tetapi terkendala gempa bumi yang melanda Kota Ambon sejak akhir September lalu.

Selanjutnya, terjadi pergantian menteri sosial sehingga perlu adaptasi serta koordinasi langkah konkrit yang akan dilakukan setelah terlaksana penutupan lokalisasi.

Setelah sosialisasi ditindaklanjuti dengan penutupan lokalisasi,yang didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ambon.

Penutupan lokalisasi tersebut bukan atas inisiatif Pemerintah Kota Ambon, melainkan permintaan dari MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat serta aparat TNI, dan Polri.

"Penutupan itu bukan hanya keinginan umat Muslim, namun juga seluruh umat beragama di Kota Ambon," katanya.

Baca Juga

error: Content is protected !!