Sekilas Info

GEMPA JAILOLO MALUKU UTARA

Jumat Dini Hari, Jailolo Maluku Utara Dihantam Gempa Beruntun Magnitudo 7.4 Hingga 5.0

satumalukuID – Guncangan gempa beruntun terjadi di Jailolo Maluku Utara dengan Magnitudo 7.4 hingga 5.0 pada Jumat dini hari WIT. Getaran gempa tak hanya dirasakan warga di Maluku Utara tetapi juga di di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Gempa pertama Magnitudo 7.1 terjadi pada pukul 01.17.41 WIT dengan lokasi 1.63 Lintang Selatan 126.4 Bujur Timur. Pusat usat gempa 134 kilometer barat laut Jailolo Maluku Utara dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan hebat itu disusul peringatan dini dari BMKG tentang adanya ancaman tsunami. Kemudian BMKG telah mencabut status peringatan dini tsunami sekitar pukul 01.45 WIB, berdasarkan laman resmi website.

Sebelumnya, BMKG menyebutkan episenter gempa bumi Malut terletak pada koordinat 1.63 LU dan 126.4 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bitung dan Manado IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo dan Ternate III-IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), di Buol II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Sementara itu, BMKG Sulut, mencatat sebanyak sembilan kali gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,1.

"Gempa susulan tersebut terjadi masih di lokasi yang sama," sebut Staf Operasional Alva di Manado, Jumat dini hari.

Sembilan gempa susulan yang terekam tersebut memiliki magnitudo terkecil 4,1 dan terbesar dengan magnitudo 4,9.

Warga Tobelo

Warga Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut), juga panik terdampak gempa Jailolo dengan magnitudo 7,1 pada Jumat dini hari pukul 01.17 WIT.

Salah seorang tokoh masyarakat Tobelo, Pdt. Jopi Soselissa, dihubungi dari Ambon mengatakan, guncangan gempa membuat warga ibu kota Kabupaten Halmahera Utara kaget dari tidur dan berlarian keluar rumah karena takut bangunan roboh maupun gempa susulan.

"Guncangan gempa terasa cukup kuat sehingga lari keluar rumah karena takut gempa susulan maupun tsunami," ungkapnya.

Dia mengakui, sebagian warga mengungsi ke kawasan lebih tinggi karena takut tsunami dengan adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Salah seorang warga Jailolo, Veky Dasmasella melalui WhatsApp (WA) memberitahukan guncangan gempa terasa sangat kuat.

Baca Juga

error: Content is protected !!