Sekilas Info

GEMPA BERUNTUN

Sampai Rabu Dini Hari, Guncangan Gempa Masih Dirasakan Warga Ambon

satumalukuID - Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, sedikitnya terjadi sembilan kali gempa yang dirasakan warga Kota Ambon pasca magnitudo 5.1, Selasa (12/11/2019) malam hingga rabu dini hari.

Rabu sekitar pukul 01.14.04 WIT, dilaporkan, gempa bumi berkekuatan 2,7 magnitudo melanda Pulau Ambon dengan pusat gempa di daratan 19 km arah timur laut Ambon.

Dilaporkan pula gempa yang berkedalaman tersebut dirasakan dengan tingkat II atau lemah di Ambon.

Situasi di Ambon memang cukup dinamis sepanjang Selasa (12/11/2019) hingga Rabu dini hari (13/11/2019). Sedikitnya 10 kali gempa membuat warga lumayan panik.

Pada Selasa, gempa pertama magnitudo 2,7 terjadi sekitar pukul 00.34.39 WIB atau 02.34.39 WIT. Pusat gempa berada di darat 17 kilometer timur laut Ambon dengan kedalaman 10 kilometer. Namun karena terjadi dinihari, dan skalanya kecil, tak begitu membuat panik warga.

Gempa yang dirasakan cukup besar baru terjadi pada malam hari pukul 17.10.42 WIB atau 19.10.42 WIT magnitudo 5,1. Pusat gempa berada di laut 25 kilometer timur laut Ambon dengan kedalaman 10 kilometer.

Setelahnya, muncul gempa-gempa beruntun yang dimulai pukul 19.18.46 WIT hingga Rabu dini hari pukul 01.14.04 WIT tersebut.

BMKG mencatat Jenis gempa magnitudo 5.1 yang cukup membuat warga Ambon berhamburan tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif.

"Episenter terletak pada koordinat 3.49 LS dan 128.35 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 km arah Timur Laut Kota Ambon, pada kedalaman 10 km," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Selasa (12/11).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip ). Guncangan gempa disebut Daryono dirasakan di daerah Ambon dan Kairatu pada skalai intensitas IV MMI.

"IV MMI dimana guncangan dirasakan oleh orang banyak. Banyak warga Ambon berhamburan lari keluar rumah akibat adanya guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba ini," katanya.

Daryono mengatakan hasil permodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.

"Gempa ini masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan yang terjadi di Ambon. Sejak 26 September 2019 telah tercatat aktivitas gempa susulan lebih dari 2.140 kali kejadian," tuturnya. (m-5)

Penulis:

Baca Juga