Sekilas Info

FENOMENA IKAN MATI & GEMPA

Mengacu Fakta di Ambon dan Tanimbar, Perlu Ada Riset Korelasi Ikan Mati Massal dengan Peristiwa Gempa

Penampakan ikan mati massal yang terjadi di pantai pesisir Pulau Ambon, pada medio September 2019 lalu.

satumalukuID - Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pegetahuan Indonesia (LIPI) memandang perlu adanya riset dan kajian yang lebih mendalam terkait fenomena kematian massal ikan dan peristiwa gempa bumi.

"Saya kira memang perlu ada kajian, analisa maupun riset yang lebih mendalam terkait fenomena kematian massal ikan dan bencana gempa bumi, " kata Peneliti P2LD LIPI Hanung Agus Mulyadi di Ambon, Jumat (9/11/2019).

Ia mengatakan kajian dan riset mendalam mengenai kedua fenomena tersebut perlu dilakukan, karena bisa jadi peristiwa alam tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain, sehingga diperlukan penelitian ilmiah untuk membuktikannya.

Hanung merujuk pada fenomena kematian massal ikan demersal yang terjadi di beberapa wilayah di Pulau Ambon pada 12 -16 September 2019, beberapa hari berselang sesudah peristiwa tersebut terjadi guncangan gempa bumi magnitudo 6,5 dan 5,6 pada 26 September 2019.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, setelah ada laporan ditemukkannya biota laut dan ikan demersal mati di Desa Lelingluan, Kecamatan Tanimbar Utara, beberapa hari kemudian terjadi gempa bumi.

"Di Ambon setelah ada laporan kematian massal ikan beberapa hari terjadi gempa, di Tanimbar juga begitu. Kemungkinan di daerah lain juga seperti itu, setelah ada laporan kematian massal ikan diikuti, satu minggu atau beberapa hari kemudian gempa," ucap Hanung.

Seperti diberitakan sebelumnya, banyak warga di pesisir Pantai Ambon pada medio september 2019 lalu dikagetkan  dengan  fenomena terdamparnya ribuan ikan mati dan biota di pantai. Saat itu, sebagian besar warga meyakininya sebagai tanda-tanda alam datangnya tsunami. Namun yang terjadi pada 26 September 2019 adalah gempa dengan magnitudo 6,5 dan terus berlanjut selama lebih dari satu bulan. (Baca: Warga Pesisir Ambon Khawatir Ribuan Ikan Mati Terdampar sebagai Fenomena Alam Datangnya Tsunami)

Dia mengakui  ilmu pengetahuan modern saat ini belum bisa menyatakan bahwa kematian massal ikan merupakan salah satu penanda akan adanya gempa bumi maupun tsunami. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penelitian terkait hal itu.

Dia mengatakan karena berkembangnya sains modern membuat metode untuk melakukan pengukuran lebih presisi dan komprehensif, sehingga bisa jadi mampu menjawab bagian yang terlewatkan dari penelitian sebelumnya.

"Sampai saat ini sains modern mencatat belum terbukti secara ilmiah bahwa kematian massal ikan adalah salah satu penanda akan terjadi gempa, tapi ilmu pengetahuan terus berkembang, boleh jadi ke depan bisa menjawab 'missing link'-nya itu, hipotesa bisa terbukti, bisa juga salah atau direvisi," ujarnya.

Penulis: Shariva Alaidrus
Editor:Redaksi

Baca Juga