Sekilas Info

ANGKA PENGANGGURAN

Pengangguran di Maluku Banyak di Perkotaan, Pekerja Berpendidikan Rendah Lebih Dominan

Ilustrasi lulusan perguruan tinggi

satumalukuID - Angka pengangguran di Provinsi Maluku lebih besar di kawasan perkotaan ketimbang pedesaan. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyebut pada Agustus 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di perkotaan sebesar 9,96 persen, sedangkan TPT di pedesaan hanya 4,93 persen.

"Namun dibanding setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran di perkotaan dan di perdesaan, yaitu TPT di perkotaan turun sebesar 0,11 persen
poin, dan TPT di perdesaan turun sebesar 0,23 persen poin," papar BPS Provinsi Maluku dalam rilis 5 November 2019 lalu.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

Seperti beritakan sebelumnya, jumlah angka pengangguran di Provinsi Maluku masih sangat banyak. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, jumlah pengangguran di Provinsi Maluku masuk dalam urutan ketiga terbanyak di nasional.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku pada Agustus 2019 adalah sebesar 7,08 persen.

Rilis BPS provinsi Maluku mencatat angkatan kerja di daerah ini pada Agustus 2019 sebanyak 770.386 orang. Sementara penduduk bekerja sebanyak 715.811 orang.

Dari jumlah penduduk bekerja di Maluku, 61,65 persen diantaranya bekerja pada kegiatan informal.

Lebih jauh BPS Maluku mencatat, penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2019 di Maluku masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebanyak 323.445 orang (45,19 persen). Sedangkan penduduk bekerja berpendidikan menengah (SMA sederajat) sebanyak 257.724 (36,00 persen). Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 134.642 orang (18,81 persen).

Dari seluruh penduduk bekerja pada Agustus 2019, status pekerjaan utama terbanyak sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai (36,43 persen). Diikuti status Berusaha sendiri (27,70 persen), Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (14,94 persen) dan Pekerja Keluarga (14,60 persen).

Sementara penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 1,92 persen.
Dalam setahun terakhir (Agustus 2018 - Agustus 2019), persentase penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri meningkat dari 27,58 persen menjadi 27,70 persen. Peningkatan juga terjadi pada status buruh/karyawan. Sedangkan untuk status pekerjaan yang lain mengalami penurunan.

Penulis: m-5
Editor:Redaksi

Baca Juga