Sekilas Info

TRAUMA HEALING

Pelajar Sekolah di Kota Ambon Jalani Pembelajaran Sehari di Luar Kelas

Penina F. Mayaut Program sehari belajar di luar kelas di SDN 76 Wayame Ambon, Kamis (7/11/2019).

satumalukuID - Para siswa di Kota Ambon akan menjalani proses pembelajaran yang variatif yakni sehari belajar di luar kelas sekaligus deklarasi sekolah ramah anak. Program ini merupakan kebijakan Wali Kota Ambon agar siswa belajar sehari di luar sekolah, sekaligus bagian dari trauma healing bagi siswa pascabencana gempa bumi yang mengguncang Ambon.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Fahmy Salatalohy menyatakan, program sehari belajar di luar kelas merupakan kebijakan Pemerintah Kota yang dilakukan di sejumlah sekolah di Kota Ambon. Menurut dia, program belajar di luar kelas penting dan baik bagi perkembangan siswa, sekaligus pemicu untuk tetap pergi ke sekolah.

"Pascagempa bumi banyak siswa yang mengungsi dan memilih tidak ke sekolah, karena guncangan gempa mengganggu psikologis siswa, melalui kegiatan ini para siswa mendapat semangat baru dengan belajar dibluar kelas," ujarnya, Kamis (7/11/2019).

Fahmi mengatakan, program sehari belajar di luar kelas, pelaksanannya tidak harus dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi boleh ke ruang terbuka hijau seperti pegunungan atau kawasan terbuka lainnya.

"Ke depan kegiatan ini sekolah dapat mengarahkan siswa untuk melaksanakannya di luar lingkungan sekolah, agar siswa ini dapat mempelajari langsung alam dan sekitarnya, " ujarnya.

Sementara itu Kepala sekolah SDN 76 Wayame, Abraham Aitonam mengatakan, program ini sangat bermanfaat karena mengubah suasana belajar mengajar yang selama ini rutin di dalam kelas

Program ini membuat siswa lebih ceria dan membangun keakraban antarsiswa. Di sini para siswa juga ditanamkan rasa cinta berbangsa dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, berperilaku ramah terhadap teman, lingkungan dan hidup sehat dengan penerapan cuci tangan sebelum makan.

"Sehari Belajar di Luar Kelas ini juga bagian dari pelaksanaan Sekolah Ramah Anak, ujarnya.

Sasaran program ini adalah menciptakan sekolah yang aman, bersih, inklusif, nyaman, menghargai hak peserta didik maupun guru sehingga membebaskan sekolah dari kekerasan fisik maupun nonfisik.

Ketua Komite SDN 76, Marry Lasamahu-Renwarin menambahkan, belajar di luar kelas juga akan lebih mendekatkan siswa pada lingkungan.

"Saya pikir program ini sangat bagus, lebih mengenalkan anak-anak pada pola hidup sehat, karena zaman sekarang ini makanan serba instan dan tidak sehat." tandasnya.

Baca Juga