Sekilas Info

PENGANGGURAN DI MALUKU

Jumlah Angka Pengangguran di Provinsi Maluku Berada di Urutan Tiga Terbanyak secara Nasional

Foto ilustrasi susahnya mencari kerja

satumalukuID - Jumlah angka pengangguran di Provinsi Maluku masih sangat banyak. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, jumlah pengangguran di Provinsi Maluku masuk dalam urutan ketiga terbanyak di nasional.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku pada Agustus 2019 adalah sebesar 7,08 persen.

Rilis BPS provinsi Maluku  mencatat angkatan kerja di daerah ini pada Agustus 2019 sebanyak 770.386 orang. Sementara penduduk bekerja sebanyak 715.811 orang.

Dari jumlah penduduk bekerja di Maluku, 61,65 persen diantaranya bekerja pada kegiatan informal.

Adapun jumlah penduduk Provinsi Maluku berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 mencapai 1,77 juta jiwa. Sedangkan menurut Wagub Maluku Barnabas Orno saat membuka Rapat Telaah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Maluku di Santika Premier Hotel, Kota Ambon, Selasa (3/9/2019) jumlah penduduk Maluku pada 2019 mencapai 1,5 Juta jiwa.

Saat berpamitan dengan DPRD Maluku menjelang masa akhir tugas beberapa waktu lalu, mantan Gubernur Maluku Said Assagaff menjelaskan angka pengangguran di Maluku mengalami penurunan selama masa pemerintahannya. Pada 2014 angka pengangguran masih mencapai 10,51 persen pada 2014 turun menjadi 7,27 persen pada 2018.

Paling Banyak

Sementara itu, secara nasional, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,28% pada Agustus 2019. Realisasi ini turun dibandingkan Agustus 2018 sebesar 5,34%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari semua provinsi yang disurvei oleh badan statistik itu, Banten merupakan daerah yang memiliki jumlah pengangguran terbanyak, sedangkan pengangguran paling sedikit berada di Provinsi Bali.

"Sampai Agustus, pengangguran tertinggi ada di Provinsi Banten," kata nya di Gedung BPS, Selasa (5/11/2019).

Adapun TPT di daerah Banten lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran nasional, di mana TPT Banten sebesar 8,11% dan TPT nasional 5,28%.

Selain Banten, ternyata Jawa Barat juga mempunyai banyak pengangguran dengan menduduki posisi kedua. Kemudian dari 10 provinsi dengan jumlah pengangguran ada juga DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan yang berada di posisi ke-7.

Jika dilihat dari jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki sebesar 5,31%, lebih tinggi dari tingkat pengangguran perempuan yang sebesar 5,23% secara nasional. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, penurunan pengangguran laki-laki sebesar 0,09% dan perempuan turun 0,03%.

Sementara, jika dilihat dari kelompok umurnya, pengangguran terbanyak atau tertinggi ada pada masyarakat muda dengan usia 15 tahun - 24 tahun yang tercatat sebesar 18,62%.

Berikut 10 Provinsi dengan jumlah pengangguran terbanyak hingga Agustus 2019:

1. Banten 8,11%
2. Jawa Barat 7,99%
3. Maluku 7,08%
4. Kepulauan Riau 6,91%
5. Sulawesi Utara 6,52%
6. Papua Barat 6,24%
7. DKI Jakarta 6,22%
8. Aceh 6,20%
9. Kalimantan Timur 6,09%
10. Riau 5,97%

Penulis: M-5
Editor:Redaksi

Baca Juga