Sekilas Info

HEBOH MOBIL B 1 RI

Irwannur Latubual Pemilik Mobil B 1 RI yang Membuat Heboh itu Mengaku Keturunan Raja di Pulau Buru

ANTARA/Fianda Rassat Gelar perkara mobil Nisaan Terra dengan plat nomor palsu yang sempat membuat heboh lantaran parkir menghalangi jalan yang akan dilintasi tamu negara yang menginap di Hotel Raffles di Polda Metro Jaya, Selasa (5/11).

satumalukuID - Irwannur Latubual, pemilik mobil Nissan Terra berplat nomor B 1 RI yang sempat membuat heboh lantaran parkir menghalangi jalur tamu negara saat pelantikan presiden mengaku sebagai keturunan raja di Pulau Buru, Maluku. Pengakuan itu disampaikan saat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng di Polda Metro Jaya, Selasa mengatakan, pemilik mobil tersebut telah ditahan karena saat itu membawa senjata tajam jenis golok sepanjang sekitar satu meter.

"Tersangka IL ini diketahui ada dua senjata tajam dengan alasan itu adalah peninggalan dari keluarganya yang merupakan keluarga keturunan raja di Pulau Buru di Maluku," kata Gede, Selasa (5/11/2019).

Penyidik pun kemudian melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap silsilah keluarga ningrat yang diakui oleh IL yang mengaku bernama lengkap Profesor DR. E. Irwannur Latubual Ph.D , namun namanya tidak tercantum dalam silsilah tersebut. "Jadi itu cuma alasan saja," katanya.

Atas kepemilikan senjata itu, IL ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Adapun bunyi pasal dimaksud adalah: Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun. 

Seperti diketahui, sebuah mobil Nissan Terra dengan plat nomor B 1 RI yang terparkir di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari pelantikan presiden yakni 20 Oktober 2019. Hotel Raffles adalah hotel yang banyak diisi oleh tamu negara yang akan menghadiri pelantikan presiden. ​​​​​Mobil tersebut menimbulkan kegaduhan karena parkir menghalangi jalan yang akan dilintasi tamu negara.

Anggota Kepolisian yang bertugas mengawal tamu negara yang akan berangkat dari Hotel Raffles akhirnya berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mencari pemilik mobil tersebut yang diketahui sebagai IL. Dia diketahui juga menginap di hotel tersebut. Pihak keamanan hotel dan polisi akhirnya mendatangi kamarnya untuk memintanya memindahkan mobil tersebut.

Saat IL tiba dan membuka mobilnya, petugas kemudian memeriksa mobil tersebut dan menemukan senjata tajam yang tersimpan di dalam mobil.

Akibatnya IL dan sopirnya diamankan oleh petugas untuk diperiksa intensif. Namun sopir mobil akhirnya dibebaskan, sedangkan pemilik mobil ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

AKBP I Gede Nyeneng juga mengungkap plat nomor B 1 RI yang digunakan tersangka adalah palsu. Nomor sebenarnya dari mobil tersebut adalah B 1442 KJM.

"Dari hasil pendalaman dari tersangka maka mobil yang dimakan pelat B 1 RI diperiksa ke Ditlantas ternyata platnya palsu atau tidak benar," kata AKBP Gede di Polda Metro Jaya, Selasa.

Baca Juga