Sekilas Info

AMBON CITY OF MUSIC

TOK! Unesco Resmi Tetapkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia

Atraksi musik Ambon pono deng musik digelar di pelataran Gong Perdamaian Dunia, sebagai bentuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kota ke 444 tahun, Rabu (21/8).

satumalukuID - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) resmi menetapkan Kota Ambon sebagai Kota Kreatif Berbasis Musik.

Pengumuman resmi kota kreatif tersebut disampaikan langsung Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay di Paris, Prancis Kamis dini hari waktu Indonesia Barat dan dirilis melalui situs creative cities Network Unesco.

Selain Kota Ambon, juga dirilis 65 kota kreatif baru lainnya. (Daftar kota terlampir).

Direktur Ambon Music Office Ronny Loppies mengaku telah dihubungi Director UNESCO City Of Music Mannheim Jerman, Rainer Kern melalui pesan singkat Whatsapp, yang memberikan ucapan selamat Kota Ambon sudah ditetapkan sebagai kota kreatif dunia berbasis musik.

Dengan terpilihnya Kota Ambon, dengan demikian di Indonesia saat ini ada tiga kota kreatif yang mendapat pengakuan Unesco. Dua lainnya yang sudah ditetapkan sebelumnya adalah Kota Pekalongan (Craft and Folk Arts) dan Bandung (Design).

"Apa yang kita capai ini, berkat dukungan semua pihak. Baik yang mendoakan maupun juga yang memberikan kritik. Sebab kritik yang diberikan juga menjadi motivasi bagi AMO saat mempersiapkan kota ini hingga didaftarkan ke UNESCO untuk dinilai dan akhirnya ditetapkan sebagai UNESCO City of Music," tutur Ronny.

Sinyal Kota Ambon kemungkinan besar ditetapkan sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO, menurut Ronny, sebenarnya sudah dia ketahui saat Rainer Kern berkunjung ke kota ini pada bulan Mei 2019 lalu, untuk melihat langsung kesiapan Ambon yang ketika itu akan mendaftar menjadi UNESCO City of Music.

Menurut Ronny, saat itu Rainer menyebutkan, jika diberi skala satu (1) sampai 10, terkait persiapan Ambon untuk mendaftar ke UNESCO menjadi Kota Musik Dunia maka dia katakan Kota Ambon berada pada angka 10.

"Saya bekerja di Unesco, dan tahu bahwa ada para penilai dan ada sistem skornya. Dan saya juga tahu sistem skornya seperti apa. Jadi mengenai kesiapan Kota Ambon mendaftar menjadi Kota Music Dunia versi UNESCO, sejujurnya saya katakan kota ini ada di angka 10. Kalaupun bukan 10 berarti 9 tapi sangat mendekati 10," ujar Ronny mengutip pernyataan Rainer saat itu.

Nuansa bermusik dan keramahan warga Kota Ambon yang dijumpai Rainer sejak tiba di Ambon, Selasa (21/5) hingga Jumat (25/5), disebut Ronny, sangat memikat hati penikmat musik jazz ini. Tidak salah, Ambon akhirnya ditetapkan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO, Rabu (30/10/2019), sebagai Kota Musik Dunia.

Selain Kota Ambon dari Indonesia, ada 14 kota lainnya di dunia yang juga ditetapkan kemarin sebagai kota kreatif dunia berbasis musik, antara lain

Essaouira (Morocco), Havana (Cuba), K?r?ehir (Turkey), Leiria (Portugal), Lliria (Spain), Metz (France), Port of Spain (Trinidad and Tobago), Ramallah (Palestine), Sanandaj (Iran [Islamic Republic of]), Santo Domingo (Dominican Republic), Valledupar (Colombia), Valparaíso (Chile), Veszprém (Hungary), dan Vranje (Serbia).

Sedangkan sejumlah kota lainnnya yang juga ikut ditetapkan sebagai Kota Kreatif UNESCO yang baru yaitu untuk basis gastronomi: Afyonkarahisar (Turkey), Arequipa (Peru), Belo Horizonte (Brazil), Bendigo (Australia), Bergamo (Italy), Hyderabad (India), Mérida (Mexico), Overstrand Hermanus (South Africa), Portoviejo (Ecuador), dan Yangzhou (China)

Selanjutnya kota kreatif UNESCO berbasis Literature antara lain: Angoulême (France), Beirut (Lebanon), Exeter (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland), Kuhmo (Finland),

Lahore (Pakistan), Leeuwarden (Netherlands), Nanjing (China), Odessa (Ukraine), Slemani (Iraq), Wonju (Republic of Korea), dan Wroc?aw (Poland).

Kota kreatif UNESCO berbasis Crafts and Folk Art, antara lain: Areguá (Paraguay), Ayacucho (Peru), Ballarat (Australia), Bandar Abbas (Iran [Islamic Republic of]), Biella (Italy), Caldas da Rainha (Portugal), Jinju (Republic of Korea), Kargopol (Russian Federation), Sharjah (United Arab Emirates), Sukhothai (Thailand), Trinidad (Cuba), dan Viljandi (Estonia)

Kota kreatif UNESCO berbasis Design, antara lain: Asahikawa (Japan), Baku (Azerbaijan), Bangkok (Thailand), Cebu City (Philippines), Fortaleza (Brazil), Hanoi (Vietnam), Muharraq (Bahrain), Querétaro (Mexico), dan San José (Costa Rica).

Kota kreatif UNESCO berbasis Media Arts, antara lain: Karlsruhe (Germany), Santiago de Cali (Colombia), dan Viborg (Denmark).

Selanjutnya, Kota Kreatif UNESCO berbasis Film, yaitu: Mumbai (India), Potsdam (Germany), Sarajevo (Bosnia and Herzegovina), Valladolid (Spain), dan Wellington (New Zealand).

Ditetapkannya 66 Kota Kreatif yang baru ini, membuat Jaringan Kota Kreatif UNESCO di dunia, sekarang ini total menjadi 246 kota.

Menurut rilis Unesco, kota-kota anggota yang membentuk bagian dari Jaringan berasal dari semua benua dan wilayah dengan tingkat pendapatan dan populasi yang berbeda. Mereka bekerja bersama menuju misi bersama: menempatkan kreativitas dan ekonomi kreatif sebagai inti dari rencana pembangunan perkotaan mereka untuk membuat kota-kota aman, tangguh, inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Penulis: M-5
Editor:Redaksi

Baca Juga