Sekilas Info

GUGATAN CALEG

Robby Gaspersz Resmi Gugat Majelis Partai dan DPP Gerindra di PN Jakarta Selatan

Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

satumalukuID - Anggota DPRD Provinsi Maluku terpilih dari Partai Gerindra yang pelantikannya dipending oleh Mendagri RI dengan alasan karena masalah internal partai, Robby Gaspersz, resmi meng­gugat Mahkamah Partai dan DPP Partai Gerindra di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

Melalui telepon selulernya, Gaspersz menjelaskan, gugatan tersebut sudah didaftarkan di PN Jakarta Selatan oleh dirinya dan tim pengacaranya yang berjumlah tiga orang.

Ketiga pengacara yang menjadi kuasa hukumnya adalah Eric Paat SH MH, Pablo Christalo SH MH dan Ricky D. Moningka SH MH.

“Saya dan tiga pengacara sudah mendaftarkan gugatan untuk menggugat DPP dan Mahkamah Partai di PN Jaksel dan sudah diregistrasikan. Sedangkan gugatan untuk Mendagri atas SK nya yang menunda pelantikan saya, itu akan digugat di PTUN," jelas Gaspersz yang adalah ang­gota DPRD Maluku periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra.

Gugatan tersebut telah terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor : 881/PDT,G/2019/PN JKT SEL tanggal 14 Oktober 2019 yang diterima oleh Panitera Muda Hukum, Sutaji SH MH.

Ia mengungkapkan, dalam gugatan tersebut yang menjadi Tergugat 1 adalah Johan Lewerissa, Tergugat 2 yaitu Mahkamah Partai Gerindra dan Tergugat 3 yakni DPP Partai Gerindra. Selain itu dalam gugatan tersebut juga tercantum pihak yang menjadi Turut Tergugat yaitu KPU RI dan KPU Provinsi Maluku.

Gugatan itu dilakukan Gaspersz karena dirinya merasa dirugikan dengan keputusan DPP dan Mahkamah Partai Gerindra yang mempending pelantikannya karena alasan masalah internal sehingga Mendagri menunda pelantikan dirinya bersama satu anggota lainnya yakni Wilhelm Kurnala dari PDI Perjuangan pada 16 September 2019 lalu.

Padahal dirinya telah ditetapkan secara resmi sebagai calon legislatif terpilih dari Dapil Kota Ambon oleh keputusan KPU Provinsi Maluku. Selain itu juga, permohonan gugatan Johan Lewerissa di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa perselisihan perolehan suara telah ditolak sehingga otomatis dirinya dimenangkan dan keputusannya final.

Ia mengungkapkan, suara yang diperoleh pada pileg lalu merupakan suara yang sah. Untuk itu dirinya merasa aneh jika ada yang menganulir suara tersebut.

“Pemilih di Kota Ambon yang memilih saya berjumlah 5.507 suara. Itu suara murni tanpa ada cacat sedikitpun. Itu suara yang harus saya pertanggungjawabkan nanti,” ujarnya.

Sedangkan Johan Lewerissa memperoleh suara 5.299 atau selisih 208 sebagaimana tertera saat gugatan di MK.

Sementara itu, KPU Maluku telah menerima surat pemberitahuan dari DPP Partai Gerindra terkait dengan putusan Mahkamah Partai yang mengabulkan permohonan dari Johan Lewerissa, calon anggota DPRD Maluku dapil Maluku I yang meliputi Kota Ambon.

“Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari DPP Partai Gerindra yang ditujukan kepada Mendagri untuk melantik Lewerissa dan surat kepada kami itu hanya sebagai tembusan, sejak 1 Oktober lalu,” ungkap Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, pekan lalu.

Kubangun menegaskan, pihaknya tidak mencampuri urusan internal setiap partai namun sesuai dengan tugas dan kewenangannya telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam rapat pleno KPU Maluku, kita telah memutuskan kemudian mengusulkan sebanyak 45 orang calon anggota DPRD Maluku masa jabatan 2019-2024 untuk dilantik kepada Mendagri melalui gubernur namun ternyata yang dilantik itu hanya 43 orang dan sekali lagi kami tegaskan, kami tidak pernah men­cam­puri urusan internal partai,” katanya.

Dikatakan, jika nantinya Lewerissa akan dilantik menggantikan Robby Gaspersz maka itu kewenangan Mendagri. “Itu kewenangan Mendagri karena itu sudah ranah partai politik,” tegasnya.

Seperti diberitakan, sengketa perselisihan suara antara caleg Partai Gerindra Johan Johanis Lewerissa dengan Robby B Gaspersz berakhir di Mahkamah Partai.

Tak hanya mengajukan gugatan ke MK, namun Lewerissa juga mengadu ke Mahkamah Partai Gerindra. Ia merasa dicurangi saat rekapitulasi penghitungan suara. Setelah memeriksa bukti-bukti dan sak­si-saksi, mahkamah partai memutuskan untuk mengabulkan permohonan Johan Lewerissa.

Sidang sengketa perselisihan suara yang diajukan oleh Johan Lewerissa diputuskan pada Kamis, 19 September lalu. (SM-05)

Penulis: SM-05
Editor:Redaksi

Baca Juga