Sekilas Info

WORKSHOP TEROMPET

Maluku Badonci Musik School, PAPPRI Maluku dan Klasis GPM Kota Ambon Gelar Workshop Terompet‎

-ist- Para peserta workshop terompet yang tampil di hari pertama yang berlangsung di gereja Maranatha Ambon.

satumalukuID - Maluku Badonci Musik School (MBMS) yang dipimpin musisi Harry Leiwakabessy  bekerjasama dengan DPD PAPPRI Maluku dan Klasis GPM Kota Ambon menggelar Workshop Terompet secara gratis kepada para peniup terompet di Kota Ambon dan sekitarnya selama tiga hari yakni tanggal 7, 8 dan 9 Oktober 2019 bertempat di Gereja Maranatha Ambon.

Menurut Harry, kegiatan tersebut dilakukan secara gratis sebagai bentuk kepedulian pihaknya bersama beberapa rekan musisi di Jakarta dan sahabat-sahabat yang peduli pada pengembangan musik khususnya terompet.

Kegiatan ini berawal dari hasil sharing beberapa teman di Jakarta seperti musisi senior  Minggus Tahitoe, Febry Tetelepta, Dino Umasangaji, Rido Rehatta, John Piries, dan lainnya. Nah kemudian setelah mendengarkan aspirasi dari para seniman yang tergabung dalam DPD PAPPRI di Ambon.

"Maka seusai saya dan bung Minggus Tahitoe dirikan Badonci Music School, kami mencoba untuk beri perhatian kepada grup terompet yang tumbuh menjamur di Ambon tapi belum pernah disentuh untuk dibina. Itulah tujuan dilakukan workshop terompet ini," ungkap Harry yang merupakan anak dari seniman senior Bing Lewakabessy dan adik dari musisi dan pencipta lagu pop kreatif top di era nya, almarhum Georgie Leiwakabessy.

Ia menjelaskan, acara inii semata-mata hanya untuk menambah sumber daya manusia (SDM)  dari seniman-seniman musik di Ambon, tidak ada tujuan lain. "Perlu juga diketahui, acara ini tidak ada kaitannya dengan program City of Music. Murni kepedulian untuk pembinaan saja," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelatih atau Instrukturnya, pihaknya minta bantuan dari Venche Manuhuttu Music School Bandung. Akhirnya yang dikirim menjadi narasumber atau Instrukturnya adalah Broery Effendy.

Ditambahkan, sejak dibuka pendaftaran peserta yang mendaftar sebanyak kurang lebih 300 orang. Pada hari pertama telah tampil sekitar 200 peniup terompet. Yang sisanya tampil pada hari kedua dan ketiga.

Harry mengatakan, biaya penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah swadaya murni dari berbagai pihak dan para sahabat serta musisi-musisi senior. Untuk itu, pihaknya sangat berterimakasih pada Klasis GPM Kota Ambon, Maluku Badonci Musik School, Ketua DPD PAPPRI Maluku Rico Mataheru , bung Minggus Tahitoe, Febry Tetelepta, Prof John Piries, Andre Sitanala (Hotel Mutiara), Dino Umasangaji, Rido Rehatta, Elvis Pattiselano, Berthy Parera, Ernets Kuhuparuw, JackyTalakua, Didi Kalahatu dan lainnya.

"Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu kami. Tuhan berkati katong samua, jadi berkat bagi banyak orang lewat talenta yang Allah berikan," ucap Harry. (novi pinontoan)

Pimpinan Maluku Badonci Musik School Harry Leiwakabessy (kanan), instruktur musik terompet dari Bandung Broery Effendy, dan Ketua PAPPRI Maluku Rico Mataheru (kiri).

Penulis: Novi Pinontoan
Editor:Redaksi

Baca Juga