Sekilas Info

KEJAHATAN SATWA

Empat Warga di Maluku Ditangkap, 85 Ekor Satwa yang Dilindungi Diamankan

BKSDA Maluku Foto ilustrasi Kakatua Maluku yang dikembalikan ke habitatnya oleh BKSDA Maluku, Juli 2019 lalu.

satumalukuID -  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI lewat Dirjen Gakkum menangkap empat tersangka berinisial IU (34) AS (29) IS (40) dan RW (58) dan  mengamankan 85 ekor satwa dilindungi pada operasi gabungan penindakan tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Maluku.

"Seluruh tersangka ini merupakan warga lokal," kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK RI Rasio Ridho Sani di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Saat ini Dirjen Gakkum masih menyelidiki lebih jauh kasus tersebut untuk mengungkap jaringannya serta kemana satwa yang dilindungi itu akan diperdagangkan.

"Kita akan telusuri lebih jauh, untuk mengungkap jaringannya serta kemana satwa-satwa itu akan dijual karena ini merupakan tindak kejahatan," katanya.

Dalam mengungkap kasus tersebut, petugas Gakkum menyamar sebagai pembeli untuk mengelabui para tersangka. Operasi gabungan penindakan tumbuhan dan satwa liar dilakukan pada 20 hingga 29 September 2019.

Sementara itu, terkait 85 ekor satwa yang diamankan, jelas Rasio, rinciannya 49 ekor kasturi ternate, 15 ekor kakatua putih, 11 ekor nuri bayan, 10 ekor nuri kalung ungu, 59 buah gantungan burung dan tiga buah kandang.

Seluruh barang bukti yang diamankan petugas dititip rawat di Balai  Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maluku. Kemudian, para tersangka akan dikenakan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman kurungan penjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta.

Terakhir, Rasio juga meminta masyarakat lokal agar turut serta membantu pemerintah melalui Dirjen Gakkum untuk memberikan informasi apa saja terkait jual beli satwa yang dilindungi undang-undang.

Baca Juga

error: Content is protected !!