Sekilas Info

FIGUR

Sungai Way Ruhu Antarkan Marasabessy Raih Doktor Teknik Sipil di Unhas‎

‎KARIER dan kesibukan sebagai birokrat tidak menjadi kendala untuk terus menambah ilmu dan meraih gelar pendidikan akademik dalam bidang tertentu. Bila seseorang punya niat dan motivasi tinggi, tentunya harapan dan cita-cita untuk mengembangkan kapasitas diri akan tercapai pada saatnya.

Hal itu dibuktikan oleh Muhamat Marasabessy SP ST M.Tech‎. Sosok yang murah senyum dan familiar ini. Sehari-harinya boleh dinilai sebagai birokrat di pemerintahan yang sibuk dengan berbagai urusan teknis sesuai dengan bidang tugasnya.

Bagaimana tidak. Muhamat Marasabessy yang lebih akrab dipanggil Mat itu. Punya posisi jabatan yang lumayan sibuk. Misalnya beberapa tahun lalu dia adalah Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku. Kemudian dimutasikan ke kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI di posisi sebagai Kepala Subdirektorat Operasi Pemeliharaan Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang otomatis dirinya harus pindah ke Jakarta.

Namun sejak awal September 2019, atas permintaan Gubernur Maluku, Murad Ismael, kepada Menteri PUPR akhirnya Mat kembali ke tanah asalnya untuk menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Maluku.

"Beta punya niat dan prinsip. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak? Karena itu, meskipun sibuk mengabdi, tapi beta merasa perlu meningkatkan kemampuan akademik dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi pengembangan daerah ini ke depannya," ungkap Mat kepada media ini, Rabu (2/10/2019).

Atas kerja kerasnya itu. Mat akhirnya berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu teknik sipil di Universitas Hasanudin Makassar pada hari Selasa 1 OKtober 2019 dalam sidang terbuka promosi di kampus Gowa Fakultas Teknik tersebut.

Keberhasilan Mat meraih gelar doktor tersebut, setelah dia mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Sistem Peramalan dan Peringatan Dini Banjir di Way Ruhu-Ambon” yang terletak di kawasan Galala kecamatan Sirimau.

Disertasi doktoral Mat itu diajukan oleh tm promoto yakni  Prof.Dr.Ir.H. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng. (Promotor),  Dr.Eng.ir.Hj. Rita Tahir Lopa, MT. (Co-Promotor I) dan Prof.Dr.Ir.H.Muhammad Arsyad Thaha, MT. (Co-Promotor II ).‎

Lantas apa alasan peraih magister di India  Institute of Technology Roorkee dalam bidang teknik sipil khususnya pada spesialisasi  Irrigation Water Management ini menjadikan sungai Way Ruhu sebagai lokasi penelitiannya?

"Karena sungai Way Ruhu mempunyai daerah aliran sungai kecil dan pendek dengan karakteristik kemiringan yang terjal berbukit dan berbatu dan mempunyai potensi banjir bandang," ujar Mat.

Ia menjelaskan, sejak sepuluh tahun terakhir sungai-sungai di Kota Ambon mengalami banjir yang puncak kejadian pada tanggal 28- 29 Juli 2013 dengan curah hujan 339.3 mm per hari  sehingga menyebabkan tanah longsor serta menyebabkan permukiman warga dan fasilitas umum terendam mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan di Sungai Way Ruhu Galala kota Ambon.

Alumni SMP 6 Ambon, SMA 2 Ambon, Fakultas. Pertanian Unpatti dan Fakultas Teknik Sipil Universitas Iqra Buru ini, lebih lanjut menjelaskan, untuk  itu sangat perlu menentukan dan mengetahui tinggi dan waktu terjadi banjir, luas genangan yang terjadi serta lamanya waktu surut air di daerah aliran sungai Way Ruhu diaplikasikan dalam sistim android serta merumuskan cara masyarakat dapat mengevakuasi diri lebih awal  karena informasi dapat diterima lebih cepat dan pemerintah dapat menyiapkan program mitigasi lebih dini.

Mat menambahkan, dengan disertasinya itu, diharapkan manfaat berguna  untuk menambah wawasan pemikiran, pengembangan Ilmu pengetahuan dan menambah pengetahuan dalam pengeloalan sumber daya air khususnya penanganan banjir yang sering melanda kota Ambon maupun kota+kota lain yang mempunyai karakteristik yang sama.

Diungkapkan, dengan gelar akademik doktor tersebut, dirinya imengacu pada visi kedepan yaitu Membantu mewujudkan Infrastruktur yang handal dalam mendukung program Gubernur Maluku 2 + 1 yaitu Mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku serta menjaga dan melestarikan sumber daya alam berasaskan budaya dan adat katong orang Maluku. .

Kini niat dan kerja keras laki-laki kelahiran 4 November 1967 untuk memberi sumbangsih atas pengabdiannya selama ini dalam pengelolaan sumber daya alam khususnya air sudah tercapai. Teruslah berbakti dan mengabdi untuk daerah tercinta. Niat dan visimu terbayar sudah. Selamat dan sukses. (novi pinontoan)

Penulis: NOVI PINONTOAN
Editor:redaksi

Baca Juga