Sekilas Info

GEMPA AMBON

Tim Rumah Aspirasi Anggota DPR Marcy Barends Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Ambon

Direktur Rumah Aspirasi Mercy Chriesty Barends (RA-MCB), Victor Soukotta menyerahkan bantuan kepada warga terdampak gempa magnitudo 6,5 di Desa Liang, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/9/2019).

satumalukuID - Anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku, Mercy Chriesty Barends ikut mengulurkan tangan membantu para korban terdampak gempa bermagnitudo 6,5 yang mengguncang Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (26/9), dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat yang dibutuhkan.

"Beta sangat berduka dan prihatin atas musibah gempa yang melanda Ambon, Malteng dan SBB sehingga menimbulkan dampak korban meninggal dunia dan luka-luka serta rusaknya fasilitas publik dan rumah penduduk," kata Mercy dalam siaran pers diterima, Senin.

Mercy mengaku saat gempa terjadi, dirinya bersama empat petugas partai sedang menjalankan penugasan dari Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mengikuti konferensi internasional tentang pembangunan berkelanjutan di New York, Amerika Serikat.

"Walaupun sedang bertugas di luar, beta tetap ada bersama masyarakat yang sedang berduka," katanya.

Mercy pun bergerak cepat melalui tim Rumah Aspirasi Mercy Chriesty Barends (RA-MCB) mengunjungi lokasi-lokasi tempat penampungan warga yang mengungsi karena terdampak gempa, pada 27 September untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan darurat yang diperlukan dan bisa disediakan oleh RA-MCB dalam waktu cepat.

Sehari kemudian, yakni 28 September tim RA-MCB bergerak memberikan bantuan penanggulangan darurat bagi masyarakat korban gempa di sejumlah lokasi penampungan sementara di Kota Ambon dan Maluku Tengah.

Direktur RA-MCB, Vicky Soukotta mengatakan, bantuan penanggulangan darurat yang diberikan RA-MCB bagi warga terdampak gempa berupa mi instan, air mineral 100 karton, beras 500 kg, sabun mandi batangan 10 karton, serta sikat gigi, pasta gigi, dan pampers.

Bantuan ini diberikan bagi warga masyarakat yang benar-benar terdampak bencana, seperti rumah rusak/hancur, tanah di lingkungan tempat tinggal longsor/retak sehingga harus mengungsi.

Bantuan tahap I ini didistribusi pada lokasi-lokasi penampungan warga di Desa Liang, Waai (daerah jalan tani sampai ke hutan), Desa Tulehu (Kampung Naniset dan Kampung Kayu Manis), Dusun Taeno yang menampung pengungsi Poka, Rumahtiga, Wayane, serta lapangan Bola Galunggung yang menampung warga dari Pasar Mardika dan Batu Merah.

Saat ini Mercy bersama tim RA-MCB sedang berkoordinasi dan terus melalukan survei lapangan, serta menyiapkan rencana distribusi bantuan lanjutan bagi warga yang memilih mengungsi karena takut tempat tinggalnya terancam gempa dan terkonsentrasi di sejumlah lokasi penampungan, terutama yang berada di sekitar Bentas, Lateri, Passo, Negeri Lama, Batu Koneng, Kota Ambon serta Haruku, Saparua (Maluku Tengah) dan Kairatu (SBB).

"Saya sadar tidak mungkin mampu melayani seluruh warga sedang mengungsi yang jumlahnya sudah mencapai puluhan ribu, namun prioritas kami dahulukan bagi yang benar- benar terkena musibah. Setidaknya saya ingin membantu meringankan beban warga yang sedang berada dalam kondisi prihatin," ungkap Mercy.

Selain memberikan bantuan darurat secara langsung bagi warga, Mercy juga berusaha mengoordinasi bantuan dari pihak-pihak lain. Salah satunya melalui Bidang Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan di Jakarta.

"Kami sudah mengirimkan 16 koli kiriman bantuan dari Baguna DPP PDI Perjuangan ke Ambon dan telah tiba pada Minggu (29/9) selanjutnya akan didistribusikan oleh DPD PDI Perjuangan Maluku,” katanya.

Mercy berjanji melakukan koordinasi dengan berbagai Kementrian dan lembaga terkait di Jakarta, untuk memastikan bantuan bagi korban dan penanganan Maluku paskagempa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah.

"Saya akan mendorong dan mengawal kebijakan pemerintah pusat terkait penanggulangan pascagempa, guna memastikan semua program dan kegiatan penanggulangan, pemulihan dan rekonstruksi Maluku pascagempa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah," tandasnya.

Mengingat Maluku sebagai salah satu daerah rawan gempa dan tsunami, maka ke depan pemerintah pusat dan daerah sudah harus memiliki skenario holistik dalam menghadapi ancaman bencana.

Skenario yang dimaksud antara lain bagaimana menyiapkan masyarakat luas dengan informasi yang benar dan tepat, menyiapkan sistem peringatan dini terhadap ancaman tsunami hingga ke pulau-pulau kecil dan terluar di Maluku, serta kesiapan dan ketanggapan pemda dalam penanggulangan ketika terjadi bencana.

Penulis: Jimmy Ayal
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!