Sekilas Info

INFO BNPB MALUKU

Korban Meninggal Jadi 31 Orang, Rumah Rusak 2.675 Unit; Sampai Selasa Pagi Gempa Susulan 782 Kali

Daniel Leonard Ribuan pengungsi dari tiga desa di Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah yang dikunjungi pimpinan sementara dan anggota serta Plh Sekretaris DPRD Maluku mengaku belum menerima bantuan memadai dari pemerintah karena banyaknya jumlah pengungsi yang tidak berimbang dengan bantuan yang masuk., Jumat (27/9/2019.)

satumalukuID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku merilis info terbaru yakni jumlah korban meninggal sejak Gempa Ambon bermagnitudo 6,5 bertambah menjadi 31 orang. Tambahan satu korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sedangkan jumlah korban yang mengalami luka tercatat 179 orang yakni 31 orang di Kota Ambon, 30 orang di SBB dan Maluku Tengah 118 orang.

Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku mencatat hingga Selasa (1/10) pukul 09.00 WIT telah terjadi sebanyak 782 kali gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 6,8 pada Kamis (26/9/2019) pukul 08.46 WIT.

Sebanyak 82 gempa di antaranya getaran dirasakan oleh warga. Hingga hari ke lima pascagempa tersebut, gempa susulan (aftershocks) yang terjadi kekuatannya terus mengecil mencapai magnitudo 2,6 hingga magnitudo 5,6.

“Jumlah warga yang mengungsi di berbagai tempat berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan tim Tagana Reaksi Cepat (TRC) di tiga daerah terdampak tercatat 136.030 jiwa,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Farida Salampessy, di Ambon, Selasa (01/10/2019).

Menurut Farida, BPBD Maluku telah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul gempa bermagnitudo 6,5 yang mengguncang Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (26/9).

"Masa tanggap darurat dimulai sejak terjadi gempa pada 26 September hingga 9 Oktober 2019," timpalnya.

Status tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 203 Tahun 2019 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Provinsi Maluku.

Masa tanggap darurat ini berlaku di tiga wilayah yang terdampak gempa yakni Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB).

Sebelumnya ketiga wilayah terdampak juga telah menetapkan status dengan durasi waktu yang sama.

Farida juga menjelaskan jumlah warga yang mengungsi di berbagai tempat berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan tim Tagana Reaksi Cepat (TRC) di tiga daerah terdampak tercatat 136.030 jiwa.

Sebagian besar adalah warga yang rumahnya tidak rusak atau masih layak ditempati, tetapi masih merasa trauma dan takut akan gempa untuk kembali ke rumah.

"Kebanyakan warga yang mengungsi akan kembali beraktivitas di rumah masing-masing pada pagi hingga sore dan saat malam akan kembali ke lokasi pengungsian sementara," katanya.

Selain mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur dialami lintas sektor di tiga daerah terdampak. Di sektor permukiman tercatat rumah rusak mencapai 2.675 unit, bangunan kesehatan 2, pendidikan 46 unit, kantor pemerintah delapan unit dan tempat ibadah 25 unit.

Penulis: m-5/Jimmy Ayal
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!